Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa.
BANDUNG (LB)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung optimistis, tingkat kunjungan wisatawan akan meningkat seiring banyaknya kegiatan yang digelar pada akhir tahun ini. Salah satunya, adalah Asia Afrika Festival yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa mengatakan, pihaknya terus melakukan promosi dan sinergi lintas sektor untuk mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan budaya dan pariwisata di kota tersebut.
“Kita promosikan dan informasikan melalui berbagai saluran komunikasi. Mudah-mudahan Kota Bandung kembali meriah dan ramai,” kata Adi Junjujan Mustafa, Rabu (17/9).
Menurut dia, Pemkot Bandung tidak bekerja sendiri dalam penyelenggaraan event-event besar. Kolaborasi dengan komunitas, pelaku industri kreatif dan pihak swasta menjadi bagian penting dalam memastikan keberlangsungan agenda budaya yang berdampak pada sektor pariwisata.
Salah satu acara berskala internasional yang belum lama ini digelar di Kota Bandung adalah International Scout and Guide Gathering. Acara tersebut, diikuti peserta dari 18 negara dan menjadi ajang pertemuan para pramuka senior serta pemandu wisata dari mancanegara.
“Mereka yang hadir itu pramuka-pramuka senior, ada yang berusia 60 sampai 70 tahun. Kami tanya bagaimana kesan mereka terhadap Kota Bandung, dan mereka merasa senang. Artinya, Kota Bandung dinilai nyaman, aman dan kondusif,” ucapnya.
Adi menyampaikan, data kunjungan wisatawan memang masih perlu didalami lebih lanjut. Namun secara umum, tren kunjungan menunjukkan peningkatan jika merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Kalau melihat data terakhir dari BPS, kunjungan ke Kota Bandung tidak menurun, bahkan terus naik. Ini mengindikasikan bahwa kondisi di Kota Bandung tetap kondusif untuk dikunjungi wisatawan,” ujar dia.
Ia menambahkan, Oktober hingga akhir tahun diprediksi menjadi puncak kunjungan karena banyak event yang akan diselenggarakan. Selain kegiatan resmi dari pemkot, berbagai komunitas dan pihak swasta juga mengajukan proposal penyelenggaraan festival. Beberapa di antaranya dijadwalkan berbarengan.
“Oktober, November, Desember itu biasanya ramai. Jadi akhir tahun akan diwarnai oleh banyak kegiatan, baik dari pemerintah maupun pihak lain,” jelasnya. *
