Ketum MATAKIN Resmikan Gerbang Kelenteng Shen Mu Miao Pangkalpinang

Prosesi peresmian gerbang Kelenteng Shen Mu Miao/Kelenteng Dewi Laut.

BANGKA BELITUNG (LB)–Kelenteng bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga bagian dari warisan budaya yang memperkaya keberagaman Indonesia.

Berkaitan erat dengan perdagangan dan migrasi masyarakat Tionghoa pada ratusan tahun lalu, budaya Tionghoa menyebar luas ke Nusantara khususnya di Batavia, Lasem, Surabaya, Kalimantan, Semarang, Palembang hingga Bangka Belitung. 

Suasana prosesi doa bersama.

          Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu pusat pengembangan agama Khonghucu di Indonesia, berdasarkan data BPS dan Kementerian Agama (2024) Provinsi dengan pemeluk agama Khonghucu terbanyak diduduki oleh Kepulauan Bangka Belitung.

Perjalanan komunitas Tionghoa berkembang pesat sejak masuknya migrasi masyarakat Tionghoa melalui pesisir perairan Bangka pada beberapa abad yang lalu, maka tidak mengherankan jika saat ini banyak dijumpai Kelenteng – kelenteng di pesisir Kepulauan Bangka Belitung.

Ketum Budi menyampaikan jiangdao (khutbah) dalam kebaktian di MAKIN Pangkalpinang.

          Salah satu yang menjadi ikonik saat ini adalah Kelenteng Shen Mu Miao/Kelenteng Dewi Laut yang didirikan untuk menghormati YM. Tian Shang She Mu, Dewi Laut yang dianggap sebagai pelindung para pelaut dan Masyarakat pesisir.

Ketua Umum MATAKIN (Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia) Xs. Budi S. Tanuwibowo kembali berkunjung ke Bangka Belitung.

Dalam kesempatan tersebut, Ketum Budi menyampaikan jiangdao (khutbah) dalam kebaktian di MAKIN Pangkalpinang pada Jumat, 8 Mei 2026.

Foto bersama usai peresmian gerbang Kelenteng Shen Mu Miao/Kelenteng Dewi Laut.

Keesokannya Budi didampingi Ketua MATAKIN Provinsi Bangka Belitung Zl. Henry Kurniawan dan para sesepuh di Pangkalpinang dan Palembang meresmikan gerbang Kelenteng Shen Mu Miao/Kelenteng Dewi Laut yang terletak di Pangkalpinang, Bangka Belitung pada Sabtu, 9 Mei 2026.

          Peresmian berlangsung meriah, dihadiri oleh umat Khonghucu yang antusias menyaksikan peresmian gerbang tersebut. 

Acara diawali dengan doa sebelum pemotongan pita oleh Ketua Umum MATAKIN serta pengurus kelenteng yang hadir dan puncak acara adalah pembagian buah beserta beras kepada umat dan masyarakat sekitar.

          Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi pemeluk agama Khonghucu terbanyak di Indonesia menjadikannya sebagai tempat strategis untuk penyebaran dan pengembangan Khonghucu dalam ranah Pendidikan.

Foto bersama di Gedung SETIAKIN Babel.

SETIAKIN (Sekolah Tinggi Agama Khonghucu Indonesia Negeri) Bangka Belitung hadir sebagai wadah untuk membekali generasi penerus Khonghucu dengan pendidikan yang selaras dengan ajaran Khonghucu, mengutamakan pembentukan karakter, pengembangan moral, serta penanaman nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat.

          SETIAKIN Bangka Belitung memiliki dua Prodi (program studi), yakni Pendidikan Agama Khonghucu dan Komunikasi dan Penyiaran Khonghucu.

Peluang untuk mendapatkan Pendidikan Sarjana (Strata 1) kini terbuka lebar untuk  muda – mudi yang bersemangat menempuh pendidikan sekaligus memperdalam pengetahuan tentang Agama Khonghucu.

Melalui program Pendidikan yang terarah, SETIAKIN memberikan beasiswa 100 persen bebas biaya kuliah dan didukung dengan perkuliahan full hybrid, menjadikan ini kesempatan emas untuk generasi muda menempuh Pendidikan akademik serta mengembangkan karakter luhur agar mampu berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

          Mahasiswa yang ingin belajar dan menempuh Pendidikan di SETIAKIN diberikan dukungan full, baik berupa bebas biaya kuliah 100 persen hingga nantinya ada asrama atau tempat tinggal untuk menunjang pembelajaran selama perkuliahan di SETIAKIN Babel. 

Dukungan tersebut merupakan harapan dan bentuk komitmen dalam menciptakan akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda Khonghucu agar dapat menempuh pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *