Ketum MATAKIN Hadiri Pelantikan Pengurus MAKIN Depok Masa Bakti 2025 – 2029

Prosesi Pelantikan MAKIN Depok masa bakti 2022-2026 oleh Ws. Sunarta Hidayat.

BOGOR (LB)—Ketum MATAKIN dan jajaran melakukan berbagai kegiatan pada hari Minggu 20/07/2025. Mengawali kegiatannya, Ketum menghadiri pelantikan Pengurus MAKIN Depok masa bakti 2025 – 2029 sekaligus Jiang Dao di Kong Miao Genta Kebajikan, Jl Pitara Raya, Kota Depok. Ketum MATAKIN dan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB.

Prosesi Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengesahan Pengurus MAKIN Depok oleh Wakil Sekretaris Bidang Keorganisasian MATAKIN, Dq. Hendri Ayung Tjoe, dilanjutkan dengan pembacaan doa dan pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin oleh Sekretaris Dewan Rohaniwan Ws. Sunarta Hidayat dan diikuti oleh segenap Pengurus yang dilantik. 

Ketum MATAKIN dan jajaran berfoto bersama Pengurus MAKIN Depok masa bakti 2025-2029.

Setelah para pengurus mengucapkan sumpah jabatan, acara dilanjutkan penandatanganan Berita Acara Pelantikan yang disaksikan oleh Ketua MATAKIN Provinsi Jawa Barat, Ws. Gunadi dan Ketua MATAKIN Kota Depok, Ahmad Sasmita. Kemudian  dilanjutkan penyerahan Surat Keputusan Dewan Rohaniwan/Pengurus Pusat MATAKIN dari Sekretaris Bidang Keorganisasian, Js. Dede Hasan Senjaya kepada Ketua MAKIN Depok 2025-2029, Andi Arifien. Kegiatan Pelantikan diakhiri dengan serah terima jabatan dari Ketua MAKIN Depok masa bakti 2021 – 2025, Ws. Wichandra kepada Ketua MAKIN Depok yang baru dilantik. Kegiatan dilanjutkan dengan Jiang Dao sekaligus sambutan oleh Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo, dalam Jiang Dao yang bertema “Jangan menjadi Pengemis dengan Bokor Emas”. Xs. Budi memberikan pesan kepada Pengurus MAKIN Depok yang baru dilantik bahwa seorang Pemimpin harus berani tidak populer. Risiko seorang pemimpin, pasti ada yang suka dan yang tidak suka, maka seorang pemimpin harus berani untuk tidak populer, karena kalau mengandalkan popularitas, ia akan sibuk dengan dirinya sendiri mengurusi mereka yang tidak suka kepadanya dan pastinya tidak akan pernah mengalami kemajuan”, pesan Budi.

Kemudian Ketum Budi menekankan bahwa pemimpin harus punya Zhi, punya arah dan tujuan yang jelas. Sebagai pemimpin, meskipun rakyat bersuara, pemimpin harus punya Zhi, punya arah yang jelas karena tidak semua yang dipikirkan rakyat maupun umat itu pasti yang benar”, lanjutnya.

Lebih lanjut Ketum Budi menyampaikan bahwa ibarat pengemis yang sudah punya bokor (wadah) emas namun kita harus mampu mengisi bokor emas itu dengan sesuatu yang  bermanfaat.

Ibarat pengemis yang sudah punya bokor emas, jangan sampai kita masih saja pengemis. Yang benar justru kita isi bokor emas tersebut dengan sesuatu yang bermanfaat” katanya.

Ketum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo di MAKIN Kemang, Kab. Bogor.

Seorang Pemimpin harus menyadari potensi yang dimilikinya, tidak serta merta tergoyahkan oleh iming-iming yang lain, memang tidak semua orang teguh, tapi kita tidak boleh berhenti, harus semangat dan tetap jalan” lanjutnya.

Budi juga mengatakan bahwa menjadi pemimpin membutuhkan keberanian (Yong). Ia harus berani untuk dikritik, dimarahin, bahkan dimaki-maki atau difitnah. Seorang pemimpin membutuhkan Yong (keberanian), dia harus siap untuk dikritik, disalah-salahkan bahkan dicaci maki, tidak apa, asal baik dan berhasil. daripada disalahkan tapi dia tidak benar.

Mengakhiri Jiang Dao nya, Ketum Budi mengucapkan selamat bekerja kepada pengurus yang baru, semoga bekerja dengan maksimal.

Ketum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo berfoto bersama pengurus dan umat MAKIN Kemang.

“Atas nama pribadi dan MATAKIN saya mengucapkan selamat bekerja kepada pengurus MAKIN Depok yang baru, dan saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus yang lama, di bawah kepemimpinan Ws. Wichandra, dan kepada pemimpin yang baru harus didukung dalam menjalankan amanah umat MAKIN Depok” Pungkasnya.

Jiang Dao di MAKIN Kemang

Dari Depok, Ketum dan rombongan langsung bergegas menuju Lithang Sinar Kebajikan MAKIN Kemang, Kabupaten Bogor, untuk melakukan Jiang Dao. Sesampai di lokasi Rombongan disambut oleh Ketua MAKIN Kemang, Js. Elis dan dan rohaniwan MAKIN Kemang, Ws. Ferry Lawiatna.

Mengawali Jiang Daonya, menceritakan kenapa di masa lampau agama Khonghucu sempat dianggap tidak memenuhi syarat dianggap sebagai agama.

Ketum MATAKIN Xs. Budi S. Tanuwibowo di lokasi pembangunan Kong Miao Gemilang Kebajikan.

Pada waku itu, agama  Khonghucu sempat dianggap tidak memenuhi syarat sebagai agama dengan berbagai macam alasan yang dicari – cari. Padahal keberadaan agama Khonghucu sudah eksis sejak lama. MATAKIN sendiri usianya sudah lewat 102 tahun, dan saya sendiri saat SMP dan SMA mendapat pendidikan agama Khonghucu di SMP Negeri V dan SMA Negeri I, Tegal” kata Ketum Budi dalam Jiang Daonya.

Meninjau Kong Miao Gemilang           

        Setelah Jiang Dao di MAKIN Kemang, Ketum MATAKIN dan rombongan berkenan meninjau pembangunan Kong Miao Gemilang Kebajikan di Kampung Binong, Desa Iwul, Parung, Bogor, disana rombongan diterima ketua Panitia Pembangunan, Irfin Liauw.

Saya berharap dengan keberadaan Rumah Ibadat  umat Khonghucu ini menambah semangat dan semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas umat Khonghucu khususnya di Kecamatan Parung, serta dapat memberikan manfaat positif bagi masyarakat di sekitarnya.” Pesan Ketum Budi di lokasi. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *