JAKARTA(LB)- Ketua Komisi IV Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengapresiasi Polri atas kontribusinya turut menopang swasembada pangan. Dia menyebut Polri berhasil memproduksi 3,5 juta ton jagung untuk kebutuhan nasional.
“Selamat dan juga saya mengapresiasi kepada Kepolisian Republik Indonesia karena, dari produksi 16,11 juta ton, itu 3,5 juta ton adalah hasil dari teman-teman kita di produksi dari Kepolisian Republik Indonesia,” kata Titiek Soeharto kepada wartawan seusai panen raya jagung di Sukamahi, Kampung Tempong Gunung, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (8/1).
Polri berkontribusi sebesar 20 persen dari total produksi pada 2025. Menurutnya, ini merupakan prestasi bagi kepolisian.
“Artinya, 20 persen produksi nasional dihasilkan dari hasil kerja keras teman-teman kita di Kepolisian Republik Indonesia. Terima kasih, Pak Kapolri, yang sudah membantu mempercepat swasembada ini,” kata dia.
Titiek menuturkan Indonesia saat ini sudah bisa disebut swasembada pangan, khususnya jagung. Sampai akhir tahun, masih ada surplus jagung.
“Dan untuk jagung sendiri, produksi sudah mencapai tahun 2025 kemarin, produksi 16,11 juta ton. Konsumsinya 15,60 juta ton, sehingga ada kelebihan, ada surplus hampir 1 juta ton. Dan dengan demikian, kita sudah bisa disebut kita sudah swasembada jagung,” jelasnya.
Dia juga mengapresiasi pemerintah yang telah melakukan percepatan untuk swasembada pangan. Kata dia, Presiden Prabowo menargetkan Indonesia swasembada pangan dalam 4 tahun, tapi selesai lebih cepat.
“Dan sekali lagi saya apresiasi karena target yang tadinya 4 tahun bisa dicapai dalam 1 tahun lebih dikit,” ucapnya.
