Ketua IPW Apresiasi Polri Bongkar Sindikat Judi Online 320 WNA: Terbesar Sepanjang Sejarah

JAKARTA (LB) – Indonesia Police Watch mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang berhasil membongkar sindikat judi online internasional dengan 320 warga negara asing sebagai tersangka. 

Ketua IPW Sugeng Santoso menyebut operasi ini sebagai penangkapan terbesar dan terbanyak dalam sejarah Polri.

“Ini hadiah tertinggi institusi Polri di Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026, dalam mengawal Asta Cita Presiden Prabowo,” ujar Sugeng dalam keterangannya Jumat (5/6).

Ia menilai keberhasilan Subdit 3 Ditipidum Bareskrim layak diapresiasi karena mampu membongkar jaringan yang beroperasi lintas negara. Menurutnya, operasi dengan ratusan target tidak mudah dan butuh kejelian, kehati-hatian, serta koordinasi lintas sektor.

Penangkapan dilakukan di sebuah gedung di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, Sabtu [9/5]. Polri menurunkan pasukan Brimob dan menggandeng Direktorat Imigrasi untuk mengamankan lokasi.

Sebelumnya, Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra merinci, 320 WNA yang ditangkap berasal dari Vietnam, China, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Satu WNI juga diamankan dalam operasi tersebut.

“Terhadap 321 pelaku, 320 kami titipkan ke Rumah Detensi Imigrasi karena WNA. Satu orang WNI tetap kami bawa ke Bareskrim,” kata Wira, Minggu [10/5] lalu.

Sugeng membandingkan operasi ini dengan penindakan sebelumnya. Pada Agustus 2023, Polri hanya menangkap 37 pelaku di Bali. Kasus besar lain terjadi November 2024 saat 24 pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital ditangkap karena melindungi situs judi online.

Dengan pengungkapan kali ini, IPW mendorong Polri mengusut hingga ke aktor intelektual dan bandar besar. 

“Judi online merusak mental masyarakat, terutama kalangan bawah. Penindakan sampai ke akar jaringan sangat penting,” tegas Sugeng.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *