Ketum BPP ASEPHI Muchsin Ridjan (kedua dari kanan) saat memberikan keterangan pers INACRAFT.
JAKARTA (LB)–The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT), pameran kerajinan terbesar dan terlengkap di Asia Tenggara kembali hadir di tahun ini dengan sister event-nya yang bertajuk INACRAFT October 2025 Vol.4 Youthpreneurs.
Acara yang diprakarsai oleh ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia) bersama Mediatama Event ini disajikan selama 5 hari, 1-5 Oktober 2025 di JICC (Jakarta International Convention Center) Senayan, Jakarta, dengan menggunakan seluruh hall (24.941m2).
“Mengusung tema “Craft, Culture, and Future”, INACRAFT October 2025 menjadi wadah perpaduan antara kekayaan budaya dengan semangat berinovasi. Melalui tema tersebut, INACRAFT tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menghadirkan inovasi baru yang berkelanjutan untuk masa depan industri kriya Indonesia,” kata Ketua Umum BPP ASEPHI Muchsin Ridjan, dalam konferensi pers INACRAFT, di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Sebagai bentuk komitmen ASEPHI dalam mendorong regenerasi industri kerajinan Indonesia yang lebih inovatif dan kolaboratif, sambung Muchsin, pihaknya bakal terus membawa konsep Youthpreneurs pada INACRAFT October untuk memberikan sarana berpromosi bagi generasi muda penerus pengusaha dan perajin craft Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Mediatama Event Umi Noor Wijiati menambahkan, melalui proses kurasi yang ketat, ASEPHI menerapkan pembagian zona berdasarkan jenis produk (zoning product) untuk mempermudah pengunjung/buyers menemukan produk-produk terbaik selama mengunjungi INACRAFT.
Umi menguraikan, ada 10 zoning hall area yang menampilkan ragam produk kerajinan berkualitas. Dimulai dari area Main Lobby dan Plenary Hall yaitu Home Decor, Home Living, Shoes, Bags, hingga Aromatherapy.
Selain itu, pada Plenary Hall juga terdapat beberapa stan Dinas. Jika ingin mencari Batik, Tenun & Embroidery, pengunjung bisa mengunjungi Assembly Hall, Cendrawasih Hall, Hall A, Hall B, Plenary Hall, dan Promenade. Pada Assembly Hall dapat ditemukan juga stan dari Dinas, BUMN, dan peserta internasional.
Untuk pengunjung yang menyukai perhiasan, Jewelry dan Accessories akan ditampilkan di Cendrawasih Hall, Hall A, dan Hall B.
Khusus di Hall A, ASEPHI menyoroti karya-karya unggulan dari 20 stan Youthpreneurs, sedangkan Lobby Hall A menampilkan craft persembahan dari UMKM Binaan Sponsor, Kementerian, dan BUMN. Bagi pencinta mode, Hall B dan Lobby Hall B menghadirkan Moeslem Fashion serta berbagai produk Miscellaneous Craft yang unik.
Sementara itu untuk menikmati kuliner khas nusantara, pengunjung dapat mengunjungi area Talam di Hall B dan Mezzanine yang menyajikan beragam makanan dan minuman untuk seluruh pengunjung/buyers dan exhibitors.
Kemudian berdasarkan kategori kepesertaan, total peserta Individu/Anggota ASEPHI sebanyak 601 peserta, sementara untuk peserta Dinas sebanyak 146 stan, Kementerian/BUMN sebanyak 17 stan, dan peserta Luar Negeri menempati pavilion seluas 90m2 yang diisi oleh beberapa negara antara lain Uzbekistan, Iran, India, Malaysia, Thailand, dan Philippines yang tergabung dalam World Craft Council International & Asia Pacific, AHPADA, serta ASEAN Gifts & Crafts Federation.
Panitia menargetkan 75.000 pengunjung, 100 potential buyers international, transaksi retail senilai 80 miliar rupiah dengan kontrak dagang mencapai USD 2 juta.
“Potential buyers ini diharapkan tidak hanya melirik produk eksportir anggota ASEPHI, tetapi juga karya 27 youthpreneurs potensial yang turut berpartisipasi,” ujar Umi.
INACRAFT October 2025 Vol.4 – Youthpreneurs didukung oleh Bank Mandiri sebagai sponsor utama.
Menurut Direktur Network & Retail Funding Bank Mandiri, Jan Winston Tambunan, partisipasi Bank Mandiri dalam INACRAFT 2025 merupakan bagian dari perayaan HUT ke-27 yang mengusung tema “Sinergi Majukan Negeri”.

“Momentum ini menjadi kesempatan untuk menghadirkan dukungan yang lebih kuat kepada UMKM dan pelaku industri kreatif. Bagi Bank Mandiri, sektor kreatif dan UMKM merupakan pilar penting dalam membuka lapangan kerja baru, memberdayakan masyarakat, serta menjaga identitas bangsa agar tetap relevan di era digital,” jelas Jan.
Lebih lanjut Jan mengatakan, dalam rangka mendukung pelestarian budaya lokal, Bank Mandiri meluncurkan e-money Edisi Spesial INACRAFT 2025 dengan enam motif budaya karya maestro nusantara.
“Koleksi ini bukan hanya alat pembayaran praktis, tetapi juga medium sinergi antara nilai seni dan inovasi digital yang memiliki nilai ekonomi sekaligus sosial,” pungkasnya.
Pameran INACRAFT October Vol.4 dibuka untuk umum dari pukul 10:00 hingga 21:00 WIB dengan tiket masuk sebesar IDR 35K. **
