JAKARTA(LB)— Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, menerima kunjungan Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Mr. Kash Patel di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/7).
Audiensi ini merupakan langkah memperkuat sinergi Polri dan FBI dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional yang kian kompleks. Fokus kerja sama meliputi kontra terorisme, kejahatan siber, narkotika, hingga penipuan daring lintas negara.
Kapolri menyampaikan apresiasi atas kemitraan Polri dan FBI yang telah berjalan sejak 2014. Kerja sama itu mencakup pertukaran informasi, peningkatan kapasitas SDM, serta dukungan terhadap berbagai upaya penegakan hukum.
Dalam pertemuan tersebut dibahas sejumlah isu strategis. Di antaranya perkembangan ancaman peredaran fentanyl dan bahan prekursor, pemberantasan jaringan scam compounds dan lcyber enabled fraud, serta penguatan kerja sama investigasi dan pertukaran intelijen.
Pengembangan kapasitas personel juga menjadi sorotan. FBI menawarkan berbagai program pelatihan, termasuk di FBI Academy, untuk meningkatkan kemampuan penyidik Polri.
“Di tengah dinamika global, berbagai jenis kejahatan terus berkembang seperti kejahatan siber, terorisme, tindak pidana perdagangan orang, dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, kerja sama internasional menjadi faktor penting dalam mendukung penegakan hukum,” kata Sigit.
Kedua pihak juga sepakat mempercepat penanganan buronan yang masuk dalam daftar Interpol Red Notice. Mekanisme kerja sama penegakan hukum lintas negara turut dibahas agar prosesnya lebih cepat dan efektif.
Kapolri menegaskan penguatan kerja sama internasional adalah kunci menghadapi kejahatan transnasional yang memanfaatkan kemajuan teknologi dan melintasi batas negara. Polri berkomitmen terus meningkatkan kolaborasi dengan FBI melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, serta operasi bersama sesuai ketentuan.
Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel mengapresiasi kemitraan dengan Polri. Ia menegaskan komitmen FBI untuk terus memperkuat kerja sama dalam pemberantasan terorisme, narkotika, kejahatan siber, dan kejahatan lintas negara lainnya melalui pendekatan yang lebih erat, konkret, dan berkelanjutan.
Pertemuan berlangsung hangat dan konstruktif. Rangkaian acaranya meliputi penyambutan di Gedung Utama Mabes Polri, penandatanganan buku tamu, diskusi bilateral, pertukaran cinderamata, hingga sesi foto bersama.
