Pengurus Kadin Kabupaten Bogor, terus berupaya melakukan pelatihan kewirausahaan dan memberikan fasilitasi sumber pendanaan untuk mengatasi masalah pengangguran di wilayah tersebut.
CIBINONG (LB)- Jumlah karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Kabupaten Bogor terus meningkat.
Jika dua tahun sebelumnya, sesuai daya DPK Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Bogor lebih dari 11.000 karyawan terkena PHK, di awal Tahun 2025 jumlah karyawan yang terkena PHK mencapai 15.000.
Mantan karyawan itu pun menambah jumlah atau angka pengangguran di Kabupaten Bogor yang jumlahnya mencapai ratusan ribu jiwa.
Untuk itu, Kamar Dagang Industri (Kadin) Kabupaten Bogor pun melakukan pelatihan kewirausahaan dan memberikan fasilitasi sumber pendanaan.
“Kami tak hanya memberikan pelatihan kewirausahaan, terutama skala Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tetapi juga memberikan fasilitasi sumber pendanaan dengan menggandeng perbankan seperti BJB,” ujar Ketua Kadin Kabupaten Bogor, Sintha Dec Checawaty kepada wartawan, Rabu (14/5).
Sintha Dec Checawaty menuturkan dalam pelatihan kewirausahaan, para calon wirausaha tidak hanya diajarkan memproduksi, tetapi juga manajemen, pemasaran dan platform digital.
“Di era digital seperti saat ini, maka pelatihan pun kami modifikasi sesuai perubahan zaman,” tutur Sintha Dec Checawaty.
Ia menambahkan, agar karyawan yang terkena PHK dan pengangguran bisa menjadi wirausaha serta membuka ‘lapangan’ kerja, maka langkah pelatihan kewirausahaan harus dilakukan oleh banyak pihak.
“Dengan tingginya angka karyawan yang di-PHK dan pengangguran, maka Kadin Kabupaten Bogor tidak bisa mengatasinya secara sendiri dan pastinya butuh berkolaborasi dengan Pemkab Bogor, maupun instansi atau lembaga lainnya,” tambahnya. *
