TARAKAN(LB)-Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, memimpin langsung peresmian Program Bedah Rumah Presisi dan pemberian bantuan tali asih bagi korban kebakaran di Aspol Kampung Bugis, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (12/4).
Kegiatan kemanusiaan ini tidak hanya dilakukan sendiri. Kapolda didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara, Kapolres Tarakan AKBP Erwin Saputra Manik, serta Walikota Tarakan, Khairul.
Kehadiran para pimpinan lintas instansi ini menjadi simbol kuatnya sinergi pemerintah dan Kepolisian dalam mempercepat pemulihan warga pasca-bencana.
Program Bedah Rumah ini merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80.
Bagi warga Kampung Bugis, bantuan ini adalah jawaban atas penantian panjang setelah rumah-rumah mereka luluh lantak akibat si jago merah.
Berdirinya kembali hunian yang layak ini menjadi titik balik bagi para korban untuk memulai lembaran hidup baru.
Dalam sambutannya, Kapolda Kaltara menegaskan program Bedah Rumah Presisi ini adalah bukti bahwa Polri selalu hadir di saat sulit.
“Program Bedah Rumah Presisi ini adalah wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang tertimpa musibah. Program ini bertujuan untuk memberikan hunian yang layak serta meringankan beban ekonomi maupun psikologis yang dialami oleh para korban kebakaran,” tegas Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy.
Polri, kata dia, berkomitmen untuk terus menyentuh aspek kebutuhan dasar warga melalui solusi yang nyata dan berdampak langsung.
Melalui bantuan ini, Polri berharap kehadirannya tidak hanya dirasakan sebagai pelindung keamanan, tetapi juga sebagai motor penggerak solusi sosial yang membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan.
Sinergi antara Polda Kaltara, Polres Tarakan, dan Pemerintah Kota Tarakan dalam agenda ini mempertegas bahwa kesejahteraan warga adalah prioritas bersama, sekaligus mempererat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat di Kalimantan Utara.
