Juventus  Kontra Torino, Sarat Gengsi  

TURIN –   Juventus dan Torino akan berjibaku dalam Derby della Mole ke-184 di Juventus Allianz Stadium, Minggu (9/11) pukul 00.00 WIB. Laga ini merupakan pertandingan matchday ke-11 liga Serie A Italia 2025/2026. Laga ini sarat gengsi dan harga diri.

Sejauh ini Juventus mencatat 89 kemenangan dari 183 atas Torino di semua kompetisi. Khusus di Serie A, pertandingan ini akan menjadi derby ke-161, di mana Bianconeri unggul sebanyak 78 kemenangan dengan melesakkan 248 gol ke gawang Torino.

Dominasi Juventus terlihat jelas dalam 38 derby terakhir di Serie A, di mana Si Nyonya Tua tak terkalahkan dalam 37 pertandingan. Satu-satunya kemenangan Torino dalam periode itu adalah pada 26 April 2015, dengan skor 2-1 di stadion Olimpico Grande Torino.

Selama 10 musim terakhir (sejak 2016/2017), Juventus telah mencetak 16 gol setelah menit ke-70 dalam 18 pertandingan liga melawan Torino. Jumlah gol ini menjadi rekor tersendiri bagi Juventus di Serie A melawan satu tim dalam periode yang sama.

Laga nanti menjadi momen penting sebelum jeda internasional. Juventus, di bawah arahan Luciano Spalletti yang sedang membangun momentum untuk kembali bersaing di jalur scudetto. Di sisi lain, Torino tengah menemukan kembali kepercayaan diri setelah serangkaian hasil positif di liga.

Mantan pelatih Napoli itu tetap mempertahankan formasi tiga bek dan hanya melakukan sedikit perubahan di lini tengah serta depan. Hasilnya langsung terlihat: permainan Juventus menjadi lebih terstruktur, dan hasil-hasil positif mulai mengalir.

Juventus kini hanya terpaut empat poin dari puncak klasemen, membuat peluang mereka dalam perburuan scudetto tetap terbuka lebar.

Spalletti datang bukan hanya membawa pengalaman, tetapi juga mentalitas juara yang ia tunjukkan ketika membawa Napoli menjuarai Serie A. Meski begitu, perjalanan Juventus tidak sepenuhnya mulus. Di Eropa, mereka belum juga meraih kemenangan setelah ditahan Sporting, yang menandai start buruk di Liga Champions musim ini.

Melawan Torino, motivasi Arkadiusz Milik dan kolega dipastikan berlipat. Kemenangan akan semakin mengukuhkan kepercayaan diri tim sekaligus menjaga jarak dengan para pesaing di papan atas.

“Hasil laga derby selalu sulit ditebak. Kedua tim selalu termotivasi untuk menang. Kali ini pun kami siap untuk itu. Pemain sudah tahu kewajiban masing-masing,” kata Spalletti di situs klub.

Di kubu Torino, Marco Baroni berhasil membawa perubahan signifikan. Setelah awal musim yang sulit, timnya kini menjalani lima laga beruntun tanpa kekalahan. Kemenangan 1-0 atas Napoli menjadi bukti bahwa Il Toro punya potensi untuk menantang tim-tim besar.

Duet penyerang Giovanni Simeone dan Che Adams menjadi perhatian dalam kebangkitan Torino. Keduanya menunjukkan kerja sama yang solid di lini depan dan mulai menemukan ritme yang pas. Kombinasi itu memberi harapan baru bagi Baroni untuk menantang dominasi Juventus di kota Turin.

Namun, masalah utama Torino masih terletak di lini belakang. Jika tidak segera diperbaiki, kebobolan dari situasi bola mati atau serangan balik bisa kembali menghantui mereka. Torino sudah lebih dari satu dekade tidak merasakan kemenangan di Derby della Mole.

Terakhir kali mereka mengalahkan Juventus di liga adalah pada tahun 2015. Untuk mengubah catatan itu, diperlukan performa luar biasa. Baroni tahu betul betapa besar arti pertandingan ini bagi suporter Il Toro. Mereka tidak hanya bermain untuk tiga poin, tetapi juga untuk kebanggaan kota.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *