Inter Milan Kian Kokoh di Puncak

Pemain Inter Milan saat mengalahkan Parma.

PARMA – Inter Milan kian kokoh di puncak klasemen Liga Italia setelah meraih kemenangan 2-0 atas Parma di Stadion Ennio Tardini, Kamis (8/1) dini hari WIB. Gol kemenangan Inter dicetak oleh Federico Dimarco pada penghujung babak pertama dan Marcus Thuram pada menit-menit akhir pertandingan.

Tambahan tiga poin ini memperpanjang catatan kemenangan beruntun Inter menjadi enam laga dan membuat mereka tetap bertengger di posisi teratas dengan 42 poin dari 18 pertandingan. Sementara itu, Parma tertahan di posisi ke-15 dengan 18 poin.

Sejak awal laga, Inter tampil dominan dengan mengandalkan Lautaro Martinez dan Francesco Esposito di lini depan. Kebuntuan baru terpecah pada menit ke-42 ketika Federico Dimarco memaksimalkan umpan Esposito dengan tembakan keras ke sudut sempit gawang Parma. Gol tersebut sempat dianulir karena dugaan offside, tetapi setelah ditinjau melalui VAR, wasit mengesahkannya.

Memasuki babak kedua, Inter tetap mendominasi permainan dan terus menekan pertahanan tuan rumah. Peluang emas datang pada menit ke-67 saat Petar Susic berhadapan satu lawan satu dengan Corvi, tetapi tembakannya masih melebar.

Kesulitan menambah gol membuat Inter melakukan perubahan. Marcus Thuram masuk menggantikan Esposito pada menit ke-79 untuk menambah daya gedor. Sementara itu, Lautaro ditarik keluar pada menit ke-85 dan digantikan Yann Bisseck guna memperkuat lini belakang.

Drama sempat terjadi di masa tambahan waktu ketika Ange-Yoann Bonny mencetak gol ke gawang mantan timnya pada menit ke-94. Namun, gol tersebut dianulir karena bola lebih dulu menyentuh tangan Thuram dalam prosesnya.

Inter akhirnya memastikan kemenangan pada menit ke-98. Marcus Thuram menerima umpan lambung Nicolo Barella, lolos dari pengawalan, dan dengan tenang mencungkil bola melewati Corvi untuk menutup laga dengan skor 2-0.

Pelatih Inter Milan Cristian Chivu mengatakan,  timnya bertekad untuk tidak kehilangan poin lagi apalagi kompetisi Liga Italia musim ini sudah nyaris separuh jalan. “Setiap laga, setiap poin, itu penting,” ujar Chivu dalam laman resmi klub.

Chivu menilai, pada pertandingan itu, skuadnya kesulitan menghadapi pertahanan rendah Parma, tapi dengan tetap menjaga fokus dan motivasi. “Saya sangat senang kepada para pemain,” tutur pelatih asal Rumania tersebut.

Namun Chivu tak mau terlena dengan posisi Inter Milan di puncak Serie A saat ini. Sebab, bahaya selalu mengintai si Ular Besar setiap pekannya. “Serie A tidak pernah mudah, Anda harus selalu membuktikan diri di setiap laga. Menyenangkan melihat angka dan statistik, tapi yang utama adalah rasa lapar dan ambisi di lapangan. Tidak ada yang boleh diremehkan, bahaya selalu mengintai,” ujarnya.

Selanjutnya, Inter Milan akan melawan salah satu pesaing terkuatnya, Napoli, Senin (12/1) dini hari WIB. Chivu memprediksi laga itu berjalan ketat. “Inter dan Napoli adalah dua tim dengan kekuatan individual dan intensitas tinggi,” kata pria berusia 45 tahun itu.

Federico Dimarco mengaku senang bisa menjadi bagian dalam kemenangan Inter. Ia mengaku laga berlangsung sulit dan ketat. “Senang tentunya bisa memberikan kontribusi yang bagus dalam kemenangan ini. Laga berlangsung ketat, kami harus berjuang keras untuk meraih kemenangan. Kini kami harus fokus ke laga selanjutnya,” ujarnya situs klub.

Di laga lain Napoli ditahan imbang Hellas Verona 2-2 di kandang di Stadion Diego Armando.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *