Tandukan Declan Rice menjebol gawang Andorra.
BIRMINGHAM – Inggris menjaga tren positifnya di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Menjamu Andorra di Villa Park, Birmingham, Minggu (7/9) dini hari WIB, Inggris menang 2-0.
Inggris menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0. Gol bunuh diri Christian Garcia pada menit ke-25 memberi Inggris keunggulan.
Gol berawal dari pergerakan Eberechi Eze dan Elliot Anderson yang kemudian mengoper bola kepada Noni Madueke. Madueke kemudian mencoba melepaskan umpan silang dan Garcia yang berusaha menghalaunya justru mengarahkan bola ke gawangnya sendiri.
Di awal babak kedua, Inggris melakukan tekanan. Sepakan Eze yang menerima bola dari Madueke memaksa kiper Andorra Iker Alvarez melakukan penyelamatan. Bola muntah disambar oleh Marcus Rashford, tapi masih melebar dari sasaran.
Kesalahan lini belakang Andorra pada menit ke-50 nyaris berakibat fatal. Upaya mereka untuk membangun serangan dari belakang dipotong oleh Anderson. Ia kemudian kerja sama dengan Kane, tapi tendangan Anderson dihalau oleh Alvarez.
Tekanan Inggris akhirnya berbuah gol kedua pada menit ke-67. Reece James melepaskan umpan silang yang dituntaskan oleh Declan Rice dengan sundulan.
Berkat kemenangan ini, Inggris menjaga laju sempurnanya di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pasukan Thomas Tuchel itu menyapu bersih empat kemenangan dan belum kebobolan.
Inggris memuncaki klasemen Grup K Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan 12 poin. Sementara Andorra makin terbenam di dasar klasemen dengan nol poin.
Tuchel senang dengan hasil ini. Hanya saja, Inggris masih minim dalam soal gol. “Tentu senang dengan hasilnya. Seharusnya kami mencetak lebih banyak gol. Saya pikir energinya tepat, kualitasnya ada, dan kami seharusnya mencetak lebih banyak gol. Setelah gol pertama, kami kehilangan bola selama 10 atau 15 menit dan kehilangan fokus serta konsentrasi, tetapi di babak kedua, kami menemukan kembali momentum itu dan seharusnya mencetak lebih banyak gol,” ujar pelatih kepala Inggris itu kepada ITV.
Selanjutnya Inggris akan tandang ke Serbia pada Rabu (10/9) dini hari WIB. Tuchel menilai laga melawan Serbia akan jadi ujian yang sesungguhnya. Dusan Vlahovic dkk. saat ini ada di peringkat kedua klasemen Grup K dengan tujuh poin dari tiga pertandingan.
“Kami akan mencoba memberi pembuktian, menang dan tampil bagus, tangguh dalam menghadapi situasi. Kami memprediksi stadion dan penonton yang amat emosional. Kami memperkirakan mungkin, ya, beradaptasi dengan situasi. Kami tidak tahu seperti apa lapangannya. Tidak ada alasan. Dua hari untuk mempersiapkan diri untuk hari Selasa (Rabu dinihari WIB) dan semoga membuktikan di sana bahwa kami siap menghadapinya, beradaptasi terhadap apa yang akan datang, menerima permainan keras, mengatasi rintangan, dan menang lagi,” kata Tuchel.
Tuchel secara khusus menyoroti debut Elliot Anderson. “Sangat bagus, sangat sangat bagus. Dia agak gugup minggu ini, tetapi kemudian bermain bagus dan kami berkata mari kita coba dan dia berhasil. Itulah ujiannya dan saya pikir dia lulus ujian itu,” tutur Tuchel dikutip dari The Guardian. Di laga ini, saat menguasai bola, Inggris lebih banyak menggunakan formasi 4-3-3 daripada 4-2-3-1, Eberechi Eze di posisi nomor 8 di sisi kanan, sementara Rice di sisi kirinya. Tak perlu repot menebak bagaimana Andorra bermain, dengan formasi 5-4-1 yang tegas.***
