JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (3/3) sore, seiring kekhawatiran pelaku pasar terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah (Timteng).
IHSG ditutup melemah 77,06 poin atau 0,96 persen ke posisi 7.939,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,89 poin atau 0,85 persen ke posisi 805,59.
Sepanjang Selasa IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang menguat sebesar 0,66 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 0,37 persen dan 0,28 persen.
Sedangkan, delapan sektor menurun yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus sebesar 3,78 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor teknologi yang turun masing-masing sebesar 2,15 persen dan 1,03 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu MPOW, RMKO, HUMI, BOAT dan GTSI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni INDS, JAYA, JGLE, OILS dan UNVR.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.956.399 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,14 miliar lembar saham senilai Rp29,80 triliun. Sebanyak 343 saham naik 347 saham menurun, dan 128 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain, indeks Nikkei melemah 1.778,09 poin atau 3,06 persen ke 56,279,10, indeks Shanghai melemah 59,90 poin atau 1,43 persen ke 4.122,68, indeks Hang Seng melemah 291,76 poin atau 1,12 persen ke 25.768,08 dan indeks Strait Times menguat 20,64 poin atau 0,42 persen ke 4.911,50.***
