JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup turun pada perdagangan Kamis (26/3) sore, mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia, seiring dengan ketidakpastian negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
IHSG ditutup melemah 138,03 poin atau 1,89 persen ke posisi 7.164,09. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,72 poin atau 1,97 persen ke posisi 731,73.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor menguat yaitu sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 2,68 persen. Sedangkan sepuluh sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam sebesar 2,67 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 2,65 persen dan 2,16 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AYLS, KUAS, TALF, SSTM dan SOTS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni DEFI, ROCK, INDS, ICON dan ARTA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.725.786 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,14 miliar lembar saham senilai Rp32,34 triliun. Sebanyak 292 saham naik, 380 saham menurun, dan 148 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 260,62 poin atau 0,48 persen ke 53.489,00, indeks Shanghai melemah 42,75 poin atau 1,09 persen ke 3.889,08, indeks Hang Seng melemah 479,52 poin atau 1,89 persen ke posisi 24.856,43 dan indeks Straits Times melemah 16,78 poin atau 0,34 persen ke posisi 4.887,76.***
