HUT KE-75 GSRI KARTINI: (Ki-ka) Ny Pdt Yakub, Pdt Yakub Tri Handoko, Pdt Ma Ben, Pdt Sapred Pondete, KDH Tranku, Pdt Netty Lintang dan Simon Mulia pada perayaan HUT ke-75 GSRI Kartini, Jakarta, Sabtu (18/7).
JAKARTA – Gereja Santapan Rohani Indonesia (GSRI) Kartini, Jakarta, menggelar perayaan ulang tahun ke-75, pada Sabtu (18/7) pukul 17.00 WIB. Acara dihadiri para pendeta, majelis, pengurus dan jemaat.
Perayaan ulang tahun ke-75 ini mengangkat tema ”Dari Generasi ke Generasi, Anugerah-Nya Tetap Nyata”. Acara diisi dengan ibadah yang dilanjutkan dengan ramah tamah.
Acara ibadah diisi dengan puji-pujian, doa dan kotbah. Pdt Yakub Tri Handoko dalam kotbahnya mengatakan selama perjalanan 75 tahun gereja tentu memiliki ribuan peristiwa dan ratusan kenangan.



Ia mengajak segenap keluarga besar GSRI Kartini, dalam memperingati HUT ini, untuk selalu fokus pada hal-hal yang benar.
Kotbah yang dibawakan dalam bahasa Indonesia itu diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin oleh Pdt Netty Lintang.
Pada saat itu Gembala GSRI Kartini, Pdt Sapred Pondete memimpin doa dan memberikan berkat kepada segenap yang hadir.
Di sela-sela acara ibadat diputarkan video perjalanan panjang gereja sejak berdiri, termasuk menampilkan sosok pendeta yang mendirikan gereja dan pernah mengabdi di GSRI Kartini serta berbagai kegiatan dari generasi ke generasi.
Ketua Majelis Gereja Simon Mulia juga menyampaikan kisah-kisah serta kenangan menarik sepanjang perjalanan gereja.



Sementara itu, Ketua Sinode GSRI Herman Suwinta dalam sambutannya mengaku bersyukur atas perjalanan panjang GSRI Kartini. Ia berharap agar iman jemaat terus tumbuh, berkembang dan kokoh.
Salah satu tokoh dan jemaat, DR KDH Tranku mengaku bersyukur dengan acara perayaan HUT ke-75 GSRI. Ia selalu mendoakan agar para pendeta, petugas dan jamaat GSRI selalu diberikan rahmat kesehatan serta selalu setia menjadi pelayan dan anak Tuhan dalam kehidupan setiap hari.
Usai acara ibadah, dilanjutkan dengan peniupan lilin ulang tahun dan ramah tamah.***
