Foto bersama Wilianto Tanta, Abraham Rudy, Diana Dewi, Yap Tek Siang, Fonda Prawira Setiady, para nara sumber, panitia dan peserta pelatihan wasit dan juri pertandingan taijiquan.
JAKARTA – ASTIJAYA (Asosiasi Taijiquan Indonesia DKI Jakarta Raya) bersama PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia), KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) DKI dan ADYTI (Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia) menggelar acara Pelatihan Wasit dan Juri Pertandingan Taijiquan.




Kegiatan yang didukung sepenuhnya oleh Simply Wellness Indonesia ini berlangsung di Mega Glodok Kemayoran Lt 8 Tower B, Kemayoran Jakarta, Sabtu (18/7) mulai pukul 09.00 WIB-selesai.
Ketua Panitia Fonda Prawira Setiady dalam laporannya menjelaskan tentang tujuan diadakannya acara ini.
Di sisi lain Ketua ASTIJAYA Susanto (Yap Tek Siang) menyampaikan terima kasih atas dukungan Ketum PSMTI Wilianto Tanta, Dewan Penyantun PSMTI Abraham Rudy, KORMI DKI serta berbagai pihak sehingga acara ini terselenggara dengan baik.
“Taijiquan bukan sekadar olahraga, tetapi juga merupakan warisan budaya dunia yang mengandung nilai-nilai kesehatan, keseimbangan, disiplin serta keharmonisan hidup. Melalui latihan Taijiquan, kita tidak hanya menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga ikut melestarikan waisan budaya yang sangat berharga,” ujarnya.


Ia menambahkan Taijiquan menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, menyatukan unsur di dalamnya tanpa memandang latar belakang. “Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama komunitas Taijiquan di Indonesia,” ujarnya.
Ketum PSMTI Wilianto Tanta memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada ASTIJAYA atas komitmen dalam mengembangkan dan melestarikan taijiquan.


Ia juga bangga karena ASTIJAYA merupakan bagian dari keluarga besar PSMTI. “Ketua ASTIJAYA, Bpk Yap Tek Siang, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Departemen Olahraga PSMTI bersama seluruh jajaran ASTIJAYA senantiasa memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan PSMTI. Semangat kolaborasi inilah yang terus memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di antara kita. Saya brharap pelatihan ini berjalan lancar dan sukses serta mendapatkan juri dan wasit yang andal,” kata Wilianto.
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) DKI Jakarta Diana Dewi menggarisbawahi tentang pentingnya wasit dan juri dalam sebuah pertandingan. Ia menegaskan setiap kegiatan olahraga membutuhkan wasit dan juri yang profesional, kompeten, memahami regulasi, memiliki integritas, serta mampu mengambil keputusan secara objektif.
“Kalau pertandingan berjalan adil, tertib dan semua peserta pulang dengan senyum, berarti wasit dan jurinya bekerja dengan sangat baik. Maka, mari kita berikan tepuk tangan untuk para calon wasit dan juri yang saat ini mempersiapkan diri menjadi penjaga sportivitas olahraga kita,” kata Diana.
Sebagai narasumber dalam pelatihan ini adalah Li Xie Hui, Rudi Wijaya, Surianto dan Eddy Prayitno. Materi yang disajikan terdiri dari Teori Penjurian, Praktek Penjurian dan Praktek Penjurian Lapangan. Seluruh peserta mengikuti acara ini dengan antusias dan tertib.***
