JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/7) sore, seiring aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar setelah penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.
IHSG ditutup melemah 5,54 poin atau 0,09 persen ke posisi 6.334,48. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,09 poin atau 0,64 persen ke posisi 632,55.
Sepanjang Rabu, IHSG dibuka menguat, bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor teknologi yang naik sebesar 1,42 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang naik masing-masing sebesar 1,19 persen dan 0,59 persen.
Sedangkan lima sektor melemah yaitu sektor transportasi & logistik turun paling dalam minus 2,07 persen, diikuti oleh sektor kesehatan dan sektor infrastruktur yang turun masing-masing sebesar 1,07 persen dan 0,35 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ZATA, SWID, MDIA, ALDO, dan MLPT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni KDTN, MMIX, TRON, SULI, dan KLIN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.700.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 44,63 miliar lembar saham senilai Rp18,52 triliun. Sebanyak281 saham naik, 367 saham menurun, dan 317 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 0,37 persen ke 65.984,00, indeks Shanghai menguat 0,07 persen ke 3.867,03, indeks Hang Seng melemah 0,95 persen ke 24.892,66, indeks Kospi melemah 0,74 persen ke 6.797,70, dan indeks Strait Times menguat 1,07 persen ke 5.585,83.***
