Generasi Muda Diajak Berperan Lebih Besar Wujudkan Kedaulatan Pangan

Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono saat memberikan keterangan dalam acara Festival Jagung Nusantara di Jatiuwung Kota Tangerang, Jumat (3/7).

TANGERANG (LB)- Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.

Ia menegaskan pembangunan sektor pertanian tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah, Polri, TNI, sektor swasta, dan para petani merupakan wujud nyata komitmen bersama untuk membangun pertanian Indonesia. Ini sejalan dengan berbagai terobosan yang dilakukan pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian,” kata Budisatrio Djiwandono dalam acara Festival Jagung Nusantara di Jatiuwung Kota Tangerang, Jumat (3/7).
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah yang berpihak kepada petani seperti menjaga stabilitas harga, penyediaan pupuk, hingga kebijakan harga yang menguntungkan petani, telah memberikan dampak positif terhadap produktivitas pertanian nasional.

Ia juga mengajak seluruh jajaran Pemuda Tani mulai dari tingkat pusat hingga daerah untuk mendukung program prioritas pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia mendorong anak-anak muda bersama masyarakat memanfaatkan lahan tidur dan lahan yang belum produktif agar dapat diolah menjadi lahan pertanian yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Kehadiran kami tidak hanya sebatas seremonial, tetapi ingin memberikan manfaat nyata bagi para petani dan masyarakat. Jagung merupakan salah satu komoditas strategis selain beras dan kedelai yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” katanya.
Statistik (BPS), produksi jagung kering nasional dengan kadar air 14 persen pada tahun 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurutnya, peningkatan produksi tersebut harus terus dijaga melalui penguatan ekosistem pertanian, termasuk penyediaan benih unggul, teknologi modern, serta peningkatan kapasitas petani muda.

Peresmian Pusat Riset, Pelatihan, dan Bisnis Jagung, lanjut Budi, diharapkan menjadi pusat edukasi, penelitian, dan pengembangan inovasi pertanian yang mampu melahirkan generasi petani muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Pertanian masa depan adalah pertanian modern. Dengan dukungan teknologi dan mekanisasi, sektor ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi generasi muda,” ujarnya.
Budi juga memberikan penghormatan kepada para petani senior yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Menurutnya, pengalaman para petani harus diwariskan kepada generasi muda agar keberlanjutan sektor pertanian tetap terjaga.

Ia menambahkan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan berbagai fasilitas pendukung, mulai dari alat pertanian, benih, hingga pupuk agar semakin banyak anak muda tertarik berkarier di sektor pertanian. “Semoga kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan para petani ini terus berlanjut sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *