Tandukan Goncalo Ramos membawa Portugal menang atas Kroasia.
TORONTO – Portugal melenggang ke babak 16 besar setelah mengalahkan Kroasia 2-1 pada babak 32 besar yang berlangsung di Stadion BMO Field, Toronto, Amerika Serikat, Jumat (3/7) pagi WIB. Semua gol tercipta pada babak kedua.
Kroasia memecah kebuntuan pada menit ke-53 melalui Ivan Perisic. Portugal membalas pada menit ke-65 ketika wasit, setelah meninjau tayangan VAR, memutuskan memberikan hadiah penalti akibat pelanggaran Nikola Vlasic saat situasi sepak pojok. Cristiano Ronaldo yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya pada menit ke-68 untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Portugal justru mencetak gol kemenangan pada masa tambahan waktu. Leao mengirimkan umpan yang diselesaikan Goncalo Ramos menjadi gol pada menit ke-90+4 untuk membawa Portugal berbalik unggul 2-1.
Kroasia sempat dua kali membobol gawang Portugal, tetapi dinyatakan offside. Demikian juga Portugal sekali membobol gawang Kroasia tetapi dinyatakan offside.
Pwlatih Portugal Roberto Martinez mengatakan timnya pantas berada di babak 16 besar. Dia juga mendukung keputusan wasit yang membatalkan gol Kroasia di masa injury time.
“Tidak ada keputusan yang salah. Kami sangat beruntung di laga ini namun pantas lolos. Bola tinggi itu jelas menunjukkan bahwa itu offside, dan penalti juga jelas. Saya memahami kerja keras pelatih Kroasia, Zlatko Dalic, dengan tim ini, dan sangat disayangkan hanya satu tim yang bisa menang,” kata Martinez.
Ia juga mengungkap alasan di balik keputusannya menarik Ronaldo yang digantikan Ramos di pertengahan babak kedua dan juga menggantikan Bruno Fernandes dan Vitinha.
“Ini demi taktik. Kami memiliki pola serangan yang sangat spesifik. Inihari yang baik untuk menggunakan permainan di dalam, tetapi kami tidak bisa melakukannya. Jadi kami memutuskan memanfaatkan lebar lapangan dan kedalaman permainan melalui Rafael Leao untuk menyerang kotak penalty,” ujarnya.
Di babak 16 besar, Portugal akan menghadapi Spanyol pada Selasa (7/7) pukul 02.00 WIB. Martinez mengatakan laga itu menjadi duel yang menarik. “Kami menghormati kualitas Spanyol. Saya pikir ini akan menjadi pertandingan yang hebat, pertandingan dengan level Eropa tertinggi di Piala Dunia ini,” kata Martinez.
Ronaldo mengatakan kemenangan atas Kroasia merupakan kemenangan spesial untuk tim, mendiang Diogo Jota, serta rakyat Portugal. “Kami menang untuk kami, Diogo (Jota), dan Portugal!!! Ayo maju!!!!,” tulis Ronaldo dalam akun media sosial resminya.
Dengan satu golnya, penyerang berusia 41 tahun itu juga mencatatkan sejarah sebagai pemain tertua yang mencetak gol di fase gugur Piala Dunia, melampaui sahabat dan rekan satu timnya, Pepe, yang berusia 39 tahun.
Sementara pelatih Kroasia Zlatko Dalic merasa keputusan wasit tidak tepat, meski ia juga tak mau terlalu banyak alasan atas kekalahan timnya. “Itu keputusan wasit yang sangat buruk. Tapi Kroasia kalah. Saya tak akan mencari alasan apa pun. Kami seharusnya bisa memenangi ini lebih awal,” ungkap Dalic dikutip Reuters.
Sebagaimana diketahui kontrovesi terjadi saat Kroasia mencetak gol di masa jnjury time babak kedua. Tak lama setelah Ramos mencetak gol yang membawa Portugal unggul pada menit ke-94, Kroasia sebenarnya sempat mengoyak gawang mereka. Tapi gol yang dibuat Josko Gvardiol itu dianulir karena lebih dulu terjadi offside oleh Mario Pasalic.
Di sinilah kontroversi terjadi. Offside itu terjadi karena bola diyakini lebih dulu menyerempet kepala Igor Matanovic, sementara Kroasia mengklaim sebaliknya.
Sentuhan Matanovic itu menjadi krusial karena membedakan offside atau tidak. Sementara VAR tidak bisa membuktikan dengan jelas ada atau tidaknya sentuhan, namun teknologi snicko (sensor di dalam bola) mengonfirmasi keyakinan wasit Espen Eskas.
Dalam grafik yang ditunjukkan snicko, memang ada sentuhan. Meski ini pun tak mengenyahkan kontroversi sepenuhnya karena tetap ada tanda tanya, apakah itu sentuhan oleh Matanovic atau bek Portugal Renato Veiga.***
