Dedi Mulyadi Janjikan Sediakan, Rumah Permanen dan Kontrakan bagi Warga Terdampak Pembongkaran Situ Ciburuy

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi saat mengunjungi warga terdampak pembongkaran situ Ciburuy.

NGAMPRAH (LB)- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi secara langsung menyambangi kawasan wisata situ ciburuy, Desa Ciburuy, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). 

Kunjungan tersebut sedikit mengobati rasa kecewa warga terdampak di tengah polemik sosial akibat pembongkaran ratusan bangunan liar di sepadan danau yang dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (DSDA) Provinsi Jabar.
Pembongkaran tersebut mencakup sejumlah bangunan, mulai dari rumah tinggal, tempat usaha, mushola, hingga sekolah PKBM, yang telah menimbulkan keresahan di kalangan warga. 

Dalam dialog langsung dengan masyarakat,  Dedi Mulyadi berkomitmen untuk tidak mengabaikan nasib warga yang telah lama bermukim di sekitar situ Ciburuy.
 “Ini saya lagi di situ Ciburuy. Ada warga yang mendiami tanah di pinggir danau sejak tahun 70-an. Kita kembalikan situ pada fungsinya, namun penertiban ini harus tetap memperhatikan kemanusiaan,” kata Dedi.

Orang nomor satu di Jawa Barat itu menjanjikan dua langkah konkret untuk membantu warga terdampak. Pertama, Pemprov Jabar bakal menyediakan kontrakan selama satu tahun bagi keluarga yang harus pindah. 

Kedua, lanjut Dedi, Pemprov Jabar bakal mencarikan alternatif rumah permanen dengan kepemilikan sah, memastikan warga memiliki hunian yang layak dan legal. 
“Karena mereka baik dan penuh kesadaran untuk pindah, saya akan memberikan solusi. Pertama disiapkan kontrakan selama setahun. Kedua, kita pun akan mencari alternatif tempat tinggal permanen,” bebernya. 

“Karena ini masyarakat miskin yang harus segera memiliki rumah yang sah,” imbuhnya. 
Kunjungan  Dedi Mulyadi itu mendapat sambutan positif warga. Iwan Ismail Gunawan (43), warga Kampung Babakan Pasir Angin RT 03/05 mengaku tak menyangka rumahnya didatangi langsung oleh Gubernur Jawa Barat itu.

Alhamdulillah saya tidak menyangka bapak aing  Dedi Mulyadi datang ke sini, biasa lihat di YouTube sekarang ketemu langsung,” kata Iwan.
Meskipun berat harus meninggalkan rumah yang telah dihuni selama 20 tahun, Iwan mengaku ikhlas lantaran menyadari tanah tersebut bukan hak miliknya. 

“Alhamdulillah pak Dedi memberikan kami kompensasi Rp10 juta melalui ajudannya serta menjanjikan rumah bagi warga terdampak. Ini bukti nyata pemerintah hadir di tengah masyarakat,” ucapnya.
Sebelumnya, Kepala Desa Ciburuy, Firmansyah menjelaskan bahwa warga pada prinsipnya tidak menolak program revitalisasi situ Ciburuy

Namun, dirinya meminta pemerintah memikirkan dampak sosial, terutama bagi warga yang harus kehilangan tempat tinggal dan usaha.
Firmansyah menyebutkan, ada sekitar 10 RW di kawasan Ciburuy yang terdampak, meliputi RW 05, 06, 07, 08, 09, 13, 14, 15, 16, dan 17. Di wilayah tersebut terdapat rumah hunian permanen, tempat usaha, rumah ibadah, hingga sekolah kejar paket PKBM. 

“Kalau untuk rumah hunian jumlahnya ada kisaran 50 unit rumah di RW 06. Tapi secara real, jumlah pasti bangunan belum bisa dipastikan,” jelas Firmansyah. 

Firmansyah menambahkan, DSDA Jabar sudah dua kali melakukan sosialisasi, dan surat pemberitahuan pembongkaran tahap pertama telah diterima warga pada Kamis 18 September 2025 lalu. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *