Para pengendara memilih putar balik untuk menghindari banjir di Jalan Ceger Raya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada Jumat (23/1).
JAKARTA (LB)- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jakarta dalam beberapa hari terakhir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga mengganggu aktivitas para pengendara yang menggantungkan hidupnya di jalanan.
Banjir memicu kemacetan panjang, menutup akses jalan, dan menghambat mobilitas warga. Firman, pengendara ojek online yang sehari-hari melintas dari Tangerang menuju Jakarta, mengatakan banjir berdampak signifikan terhadap kelancaran perjalanan.
Menurut dia, kemacetan menjadi persoalan utama yang dirasakan para pekerja jalanan. “Kalau untuk kendala yang lain ya pasti menghambatlah, terutama kan membuat macet,” katanya, Jumat (23/1).
Firman menilai dampak banjir tidak hanya dirasakan pengendara, tetapi juga pekerja lain yang aktivitasnya bergantung pada akses jalan. “Intinya berimbas kepada pekerja-pekerja yang lain ataupun akses-akses yang terputus,” ujarnya.
Ia berharap penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh dan tidak sebatas wacana. Menurut Firman, upaya penanggulangan seharusnya mencakup berbagai aspek, bukan hanya pengerukan saluran air.
“Ke depannya ya saya harap mah bukan hanya sekadar omon-omon aja. Bukan hanya pengerukan tapi kan perlu pandangan yang harus dievaluasi semuanya dari segi aspek pengembangan atau drainase,” ucapnya.
Keluhan serupa disampaikan Heru, pengendara lain yang sempat terjebak banjir di kawasan Taman Kota, Jakarta Barat. Ia mengaku tidak bisa bergerak hampir satu jam akibat genangan air dan kepadatan lalu lintas.
“Hampir sejam ini enggak bisa gerak ke mana-mana,” ujar Heru. Menurut Heru, banjir membuat akses jalan semakin sulit dilalui, terutama bagi para pekerja yang mencari nafkah di lapangan.
Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan upaya penanganan banjir agar aktivitas warga tidak terus terganggu. “Masih dievaluasi lagi sih, Bang. Wah masih kurang cukup ini. Duit korupsinya buat ini aja buat nanganin banjir,” tambahnya. *
