Pemain AS Roma saat mengalahkan Nice.
ROMA – Kemenangan AS Roma di markas Nice diwarnai kesalahan berujung penalti lawan. Pelatih Roma Gian Piero Gasperini ingin hal-hal serupa segera dieliminasi.
Roma menang 2-1 saat bertandang ke Allianz Riviera, Kamis (25/9) dini hari WIB, pada Matchday 1 Liga Europa. Wakil Italia itu unggul dua gol lebih dulu berkat dua bek, Evan Ndicka dan Gianluca Mancini.
Pada menit ke-74, Roma memberikan Nice penalti. Nicolo Pisilli, yang belum lama masuk lapangan, menjatuhkan Antoine Mendy saat berupaya menutup jalur dan melakukan adu badan.
Pengambilan keputusan pemain 21 tahun itu dipertanyakan karena bola saat itu sudah bergulir ke luar lapangan. Gasperini ingin kesalahan-kesalahan semacam ini bisa dihindari ke depannya, mengingat ada risiko tim kehilangan momentum dan posisi unggul.
“Kami sudah memainkan sejumlah pertandingan dan memang benar bahwa kami punya pertahanan kuat yang tak membiarkan banyak peluang on target dari lawan. Penalti itu adalah kesalahan yang lahir dari kenaifan, karena bolanya sudah hendak keluar lapangan. Saya ikut merasa prihatin buat Pisilli, tapi ini adalah pertandingan level tinggi dan mereka perlu cepat belajar dari kesalahan-kesalahan ini,” kata pelatih kawakan itu dikutip Football Italia.
Di Serie A sendiri, AS Roma mengalami kemandekan gol. Sejauh ini baru mencetak tiga gol di Serie A, padahal sudah memainkan empat pertandingan. Giallorossi mencatat tiga kemenangan dan satu kali kalah.
Tiga kemenangan tersebut diraih Roma masing-masing dengan skor sama yakni 1-0. Sementara satu-satunya kekalahan didapat dari Torino dengan skor 0-1.
“Analisis saya adalah kami menghadapi kesulitan begitu unggul, karena selain melawan Torino, tim ini selalu mencetak gol. Mungkin rencana permainan berubah dan kami pada akhirnya justru mencoba mempertahankan keunggulan 1-0, ketimbang mencari gol lagi yang bisa membuat kami lebih nyaman. Kemudian pertandingan jadi tetap terbuka, seimbang,” ujar Gasperini seperti dilansir Football Italia.***
