Sukacita pemain Arsenal usai Viktor Gyokeres mencetak gol ke gawang Atletico Madrid.
LONDON – Arsenal terlalu kuat bagi Atletico Madrid dalam laga lanjutan Liga Champions. Bermain di Emirates Stadium, Rabu (22/10) dini hari WIB, Meriam London menang 4-0.
Seluruh gol Arsenal lahir di babak kedua. Mereka yang mencatatkan namanya di papan skor adalah Gabriel Magalhaes (57) , Gabriel Martinelli (64) dan Viktor Gyokeres (67 & 70).
Hasil ini untuk sementara membuat Arsenal duduk di posisi ketiga dengan sembilan poin. Mereka cuma kalah selisih gol dengan Paris Saint-Germain dan Inter Milan. Atletico duduk di urutan ke-18 dengan tiga poin.
Arsenal menjadi klub pertama di Liga Champions yang memenangi tujuh laga beruntun lawan tim asal Spanyol. Dalam rentetan ini, The Gunners mengalahkan Real Madrid (2x), Sevilla (2x), Girona, Athletic Club, dan kini Atletico Madrid. Terakhir kalinya Arsenal gagal mengalahkan tim Spanyol di kompetisi ini adalah ketika disingkirkan Barcelona di babak 16 besar musim 2015/16 dengan skor 1-3 (agregat 1-5).
Pelatih Arsenal Mikel Arteta mengaku tak menyangka bahwa laga akan berakhir dengan pesta gol. “Jelas tidak (mengira menang besar). Itu pertandingan yang sangat sulit. Saat skor masih 0-0, kami tahu laga ini berjalan berat. Setelah gol tercipta, mereka mulai bermain lebih terbuka dan kami jadi lebih mudah menemukan ruang,” Arteta seperti dikutip Sky Sports.
Arteta pun begitu bahagia dengan kualitas skuadnya. “Kemenangan ini benar-benar layak kami dapatkan. Ini adalah performa tim yang luar biasa. Di level seperti ini, setiap pemain harus tampil maksimal, dan kami melakukannya di setiap fase permainan,” ujar Arteta seperti dikutip Sky Sports.
Arteta mengatakan timnya harus berjuang keras membuka pertahanan solid Atletico. “Kami melawan tim yang sangat teratur dalam bertahan. Untuk mengacaukan mereka, Anda harus melakukan sesuatu yang tidak ada dalam buku panduan dan kami tidak bisa melakukannya hanya dengan umpan atau pola tertentu,” kata Arteta.
Selain itu Arteta memberikan pujian khusus kepada Gyokeres. “Saya sangat senang untuk Viktor. Etos kerjanya dan semua hal yang ia berikan untuk tim membuatnya pantas mencetak gol. Kami merekrutnya untuk mencetak gol dan tuntutannya terhadap diri sendiri sangat tinggi, tapi kami juga sangat menghargai kontribusinya di luar gol. Anda bisa melihat senyum di wajahnya. Dia terbiasa mencetak banyak gol dalam dua tahun terakhir, semoga ini menjadi awal dari torehan yang indah baginya,” ujarnya.
Ini sekaligus menyudahi puasa gol Gyokeres dalam tujuh laga beruntun, bahkan sembilan pertandingan jika digabung dengan laga bersama Timnas Swedia.
Gyokeres sendiri menegaskan ingin berkontribusi dengan berbagai hal. “Dua gol itu hebat. Saya berusaha melakukan yang terbaik setiap saat dan bekerja keras, berkontribusi dengan berbagai hal, dan gol itu pasti akan diraih cepat atau lambat. Kami ingin bermain bagus, kami ingin memenangkan pertandingan, tetapi perjalanan masih panjang. Kami akan menjalaninya pertandingan demi pertandingan, meskipun kedengarannya membosankan,” kata Gyokeres dalam wawancaranya dengan pihak UEFA.
Gyokeres juga dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga ini. Peran striker asal Swedia itu memang cukup membuat Atletico kerepotan di belakang, terutama setelah harus terpaksa menyerang demi mengejar defisit gol.
Sementara pelatih Diego Simeone merasa bahwa Meriam London adalah tim terbaik yang pernah dihadapi musim ini. “Ini adalah proses pembelajaran. Kami hanya perlu terus berkembang. Saya pikir kami tampil dengan sangat baik sejak awal. Sejak menit ke-60, mereka adalah tim yang lebih baik dan pantas menang. Saya bisa bilang mereka adalah tim terbaik yang pernah kami hadapi musim ini. Mereka bersaing dengan sangat baik, mereka terus berlari dan mereka punya kualitas di seluruh lapangan,” kata Simeone dikutip dari situs resmi UEFA.
Hasil laga lainnya adalah FC Copenhagen 2-4 Borussia Dortmund, Newcastle 3-0 Benfica dan PSV Eindhoven 6-2 Napoli.***
