Selebrasi Fermin Lopez dan dua rekannya usai mencetak gol ke gawang Olympiakos.
BARCELONA – Barcelona menyudahi perlawanan 10 pemain Olympiakos dengan skor telak 6-1 dalam laga matchday ketiga fase liga Liga Champions 2025/2026 di Estadi Lluis Olimpic Companys, Selasa (21/10) malam WIB.
Pada laga itu Fermin Lopez bikin dua gol di babak pertama dan satu gol di babak kedua. Marcus Rashford mencetak brace dan satu gol lainnya dibuat Lamine Yamal lewat penalti. Olympiakos yang kehilangan Santiago Hezze cuma bisa mencetak gol hiburan lewat penalti Ayoub El Kabbi di awal babak kedua.
Barcelona naik ke posisi ketiga klasemen Liga Champions dengan enam poin dari tiga laga. Sementara, Olympiakos di posisi ke-32 dengan satu angka.
Pelatih Barcelona Hansi Flick senang bukan main. Ini bisa memompa mental para pemain jelang El Clasico di Santiago Bernabeu, Minggu (26/10) malam WIB. Sebab, Barcelona kini cuma berselisih dua poin dari Madrid di puncak dan kemenangan akan membuat mereka menggeser rival abadinya itu.
“Saya selalu berpikir positif. Kami kini lebih pede untuk menang di Madrid, kamu punya tim bagus. Mungkin ada dua pemain balik akhir pekan nanti, tapi yang terpenting adalah kami bisa meraih kemenangan telak sekarang, atas Olympiakos dan membuat kami lebih percaya diri,” ujar Flick di situs resmi UEFA.
Fermin Lopez jadi bintang di laga itu. Ia dipasang sebagai starter di lini serang bersama Rashford dan Lamine Yamal. Pencapaian Fermin itu juga membuatnya menorehkan catatan langkah sebagai pemain Spanyol pertama yang bikin hat-trick di Liga Champions, setelah Lucas Perez saat Arsenal membantai Basel 4-1 6 Desember 2016 atau nyaris sedekade lalu.
Dia juga jadi pemain Spanyol pertama yang bikin hat-trick untuk Barcelona sejak Pichi Alonso pada 16 April 1986, saat mengalahkan IFK Goteborg 3-0. Sepanjang laga, Fermin mampu menyentuh bola 73 kali dan 75 persen total tembakannya ke gawang berujung gol.
Dari total lima upaya dribel, tiga di antaranya sukses dan ada 50 umpan sukses dari 58 percobaan. Fermin jadi pemain Barcelona termuda kedua setelah Neymar yang bikin hat-trick ke gawang Celtic pada 11 Desember 2013 di usia 21 tahun 309 hari.
Lebih hebatnya adalah dia jadi pemain kidal pertama setelah Lionel Messi yang bikin hat-trick di Liga Champions. Dari sembilan penampilan di ajang itu, didikan La Masia itu terlibat dalam hadirnya sembilan gol.
“Yang terpenting tim menang dan kami meraihnya. Memang benar itu adalah hat-trick kaki kiri pertama sejak Lionel Messi di sini, itu bikin saya senang karena bisa menorehkan catatan serupa dan jadi pemain terbaik di laga ini,” kata Fermin di situs resmi UEFA.
Pelatih Olympiacos José Luis Mendilibar tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia mengarahkan kritiknya terutama pada keputusan wasit, khususnya kartu merah untuk gelandang José Luis Mendilibar pada menit ke-57 dan penalti yang diberikan di akhir pertandingan.
“Kartu kuning kedua tidak dapat saya pahami. Anda harus berbuat lebih banyak untuk mendapatkan kartu. Dan yang terpenting, penalti terhadap kami untuk gol ketiga. Jika Anda datang ke ladang ini, mereka tidak akan memberi Anda apa pun. Dan dalam kasus kami, mereka mengambilnya dari kami,” kata Mendilibar di situs klub.
Sebelumnya, Mendilibar telah menghadapi Barça 27 kali saat menangani tujuh klub Spanyol yang berbeda yakni Athletic Club, Real Valladolid, Osasuna, Levante, Eibar, Deportivo Alaves dan Sevilla.
Dalam pertemuan tersebut, ia telah menderita 23 kekalahan dan hanya meraih tiga kali seri. Satu-satunya kemenangannya terjadi pada musim 2011/12, ketika tim Osasuna asuhannya mengalahkan Barcelona asuhan Pep Guardiola 3-2 di Pamplona.***
