Tottenham Hotspur dan MU Sama-sama Kecewa

Laga Tottenham Hotspur kontra Manchester United tanpa pemenang.

JAKARTA – Tottenham Hotspur menahan imbang 2-2 saat melawan  Manchester United (MU) pada pekan ke-11 Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Sabtu (8/11) malam WIB. Kedua tim mengaku sama-sama kecewa.

MU mampu mencetak gol terlebih dahulu ketika memasuki menit ke-32 lewat Bryan Mbeumo setelah menerima umpan silang Amad Diallo sehingga skor berubah menjadi 1-0.

Memasuki babak kedua, Tottenham meningkatkan intensitas serangan mereka dan sempat memiliki peluang melalui tembakan Cristian Romero yang dapat diselamatkan kiper MU Senne Lammens.

Tottenham akhirnya mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-84 setelah umpan dari Destiny Udogie dapat dikonversikan menjadi gol melalui tembakan Mathys Tel sehingga skor berubah menjadi 1-1.

Lantas The Lily Whites berbalik unggul melalui aksi dari Richarlison pada menit ke-90+1.  Tapi MU dapat menyamakan kedudukan pada menit ke-90+6 setelah umpan dari Bruno Fernandes dapat disambut oleh tembakan Matthijs de Ligt.

Secara statistik Tottenham lebih unggul dibanding dengan Manchester United dengan 55 persen penguasaan bola dan melepaskan total 10 tembakan yang empat di antaranya tepat sasaran.

Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang ini. “Tentu saja, mustahil rasanya saya pergi dari sini tanpa merasa kecewa setelah memimpin hingga satu menit terakhir namun tidak menang. Perasaan seperti itu akan selalu ada. Yang saya fokuskan adalah, khususnya, penampilan kami di babak kedua yang bagus. Saya sangat senang dengan cara kami membalikkan keadaan,” ujar Frank kepada BBC Match of the Day.

Meski demikian, Frank juga mengaku puas dengan penampilan para pemainnya terutama pada babak kedua. “Kami bertahan dalam permainan, melakukan hal yang benar, dan terus memberikan tekanan, dalam pertandingan di mana dua tim saling menetralisir, wajar jika tidak menciptakan banyak peluang. Namun, cara para pemain terus bertarung sangatlah mengesankan. Di babak kedua, kami lebih menggigit dalam tekanan satu lawan satu, yang tidak berjalan sebagaimana mestinya di babak pertama,” tuturnya.

Richarlison menyayangkan hasil ini, karena timnya gagal mempertahankan kemenangan. “Kami sudah melakukan segalanya untuk menang. Tapi kami gagal mempertahankan keunggulan di menit krusial. Memang penting untuk selalu konsentrasi dan fokus hingga peluit terakhir berbunyi. Dari hasil ini kami dituntut  berjuang untuk lebih baik lagi di laga-laga yang akan datang,” kata pemain asal Brasil itu di situs klub.

Di pihak MU, manajer Ruben Amorim juga mengaku tidak puas. Ia merasa MU seharusnya bisa menang. Ia menilai timnya kehilangan intensitas setelah unggul lebih dulu.

“Ketika Anda tidak bisa menang, jangan kalah, sekali lagi kami melakukannya. Kami masih bisa berkembang sebagai tim, karena di laga ini harusnya jadi hari kami untuk memenangi pertandingan ini. Kami harrus melihat ke diri sendiri, kami tidak menekan dengan intensitas yang sama, kami merasa nyaman tapi kami harus paham kalau kami punya keberanian lebih kami akan menghabisi lawan. Tapi kadang ini terjadi, babak pertama lebih baik daripada babak kedua,” ujar Amorim kepada TNT Sports.

Walau demikian, Amorim mengaku lega bisa terhindar dari kekalahan dan membawa pulang satu poin. “Kami kembali kebobolan dua gol dalam periode waktu singkat, namun bisa kami mencetak gol. Jadi itu adalah satu poin. Saat Anda tak mampu menang, jangan kalah, dan sekali lagi kami bisa melakukannya,” kata pelatih asal Portugal itu.

Matthijs de Ligt  mengakui, MU menurun di paruh kedua permainan. Meski menyayangkan hasil imbang, De Ligt puas dengan perlawanan timnya. “Untungnya, kami memperoleh satu poin. Saya rasa kami pantas mendapatkan lebih mengingat cara kami bermain. Saya merasa kami sedikit lelah di babak kedua. Kami tidak mendapatkan kesempatan untuk keluar dari daerah pertahanan sendiri,”  ujarnya kepada TNT Sports.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *