Pembagian piagam oleh Ketum ADYTI Efendi Hansen Ng, Wirawati Hartawan serta perwakilan Korni kepada pemenang. (Foto Sjinpen)
MATARAM (LB)—Ajang FORNAS (Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional) ke VIII yang diselenggarakan oleh KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) di NTB (Nusa Tenggara Barat, 26 Juli – 1 Agustus 2025 berlangsung sukses.
FORNAS ke VIII dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).




Pesta olahraga masyarakat terbesar di Indonesia dengan mengusung semangat “NTB Makmur Mendunia” dan “Kalah Menang Semua Senang” tersebut diikuti oleh diikuti oleh 38 kontingen provinsi se-Indonesia dengan total 12.378 penggiat pertandingan, 3.870 perangkat pertandingan dan ofisial, 74 Inorga (Induk Organisasi Olahraga) dengan 847 nomor pertandingan, 13 Inorga ekshibisi, dan 3 Inorga undangan Gubernur NTB sehingga total peserta lebih dari 18.000 orang.
Salah satu Inorga yang turut meramaikan dan mesukseskan FORNAS ke VIII adalah ADYTI (Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia).


Dalam ajang ini ADYTI menerjunkan 160 peserta, terdiri dari 14 Provinsi yang ada. Untuk ADYTI mendapatkan jadwal pertandingan pada 26 – 27 Juli 2025, di Asrama Haji Aula Bir Ali 2, Lombok NTB.
Ketua Umum ADYTI Dr. (H.C) Drs Efendi Hansen Ng dalam sambutan yang disampaikan pada FORNAS VIII tersebut, mengatakan pihaknya merasa sangat bersyukur dan berbahagia karena kembali dapat menjadi bagian dari FORNAS yaitu ajang kolaborasi, persaudaraan, dan perayaan budaya olahraga rekreasi seluruh nusantara.

Sejak FORNAS pertama hingga yang ke-8 ini, kata Efendi Hansen, ADYTI telah secara konsisten ikut berpartisipasi, membawa semangat Taiji yang menjunjung tinggi nilai keseimbangan, harmoni, dan ketenangan jiwa raga, yang sangat sejalan dengan misi besar KORMI yaitu membangun Indonesia Bugar, Indonesia Bahagia.
Lebih lanjut Efendi Hansen menyampaikan bahwa tema FORNAS VIII tahun ini, “Kalah Menang Semua Senang”, sangat mencerminkan filosofi dalam Taiji Quan.

“Dalam setiap gerakan Taiji, kami diajarkan untuk tidak berlomba siapa yang tercepat atau terkuat, tetapi siapa yang paling mampu memahami ritme alam, mengolah napas dan gerak menjadi satu kesatuan yang utuh. Dalam Taiji, yang terpenting adalah proses dan kehadiran utuh dalam setiap langkah, bukan kemenangan semata,” jelasnya.
Menurutnya, festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi panggung kebersamaan, ruang pembelajaran, dan ladang mempererat silaturahmi antar pegiat dari berbagai penjuru negeri.

“Untuk itu, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada KORMI nasional yang terus menjaga semangat gotong royong dan kebhinekaan melalui olahraga masyarakat yang inklusif dan membahagiakan. Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegiat Taiji dari berbagai provinsi yang telah hadir, berlatih, dan tampil di ajang ini dengan semangat sportif dan penuh cinta terhadap budaya gerak tradisional,” ujar Efendi Hansen.

Pembagian Piala untuk para pemenang diserahkan Ketua Umum DPP ADYTI DR (H.C.) Drs Efendi Hansen Ng, didampingi Ketua Dewan Pembina DPP ADYTI Wirawati Hartawan.
Untuk FORNAS VIII 2025 NTB piala terbanyak diraih oleh ADYTI Provinsi Jawa Timur dengan perolehan 4 emas, 3 Perak, 3 Perungu.
Kemudian ADYTI Jawa Tengah dengan perolehan 3 emas, 4 perak, 3 perunggu dan posisi ke 3 diraih ADYTI Provinsi Bali dengan perolehan 3 emas. **
