Selebrasi pemain AC Milan usai Strahinja Pavlovic mencetak gol ke gawang AS Roma.
MILAN – AC Milan mengalahkan AS Roma dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan Liga Italia di San Siro, Senin (3/11) dini hari WIB. Gol Milan dicetak Strahinja Pavlovic pada menit ke-39.
AC Milan kini duduk di posisi ketiga dengan 21 poin, Roma juga punya poin yang sama dengan hanya kalah selisih gol. Napoli ada di puncak klasemen dengan 22 poin. Inter Milan di urutan kedua dengan 21 poin, yang mengungguli AC Milan dan AS Roma terkait selisih gol.
Kemenangan ini didapat Milan dengan susah payah. Kiper Mike Maignan harus menahan enam tembakan Roma, termasuk penalti Paulo Dybala. Sedangkan Milan membuang enam peluang tepat sasaran karena Mile Svilar di bawah mistar Roma juga tampil baik.
Walau menang, pelatih AC Milan Massimiliano Allegri menyebut timnya masih berproses menjadi lebih baik Ia bahkan mengakui timnya bisa saja tertinggal dari Roma di awal paruh pertama.
“Selama 35 menit pertama, Roma benar-benar pantas memimpin, karena kami melakukan banyak kesalahan sehingga bisa saja kalah. Itu juga karena tekanan ekstrem yang diberikan Roma, kami tak mampu keluar, jadi kami perlu memasang (Davide) Bartesaghi dan (Koni) De Winter lebih dalam untuk menciptakan lebih banyak ruang,” kata Allegri kepada DAZN
Ia menyebut timnya mulai tampil bagus usai memimpin. “Setelah unggul, pertahanan kami juga lebih baik, dan bisa beralih ke lini tengah dengan empat pemain. Kami bermain dengan sikap yang tepat di babak kedua dan memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan, lalu tentu saja Roma membalas, tetapi mereka kesulitan menciptakan peluang bersih untuk mencetak gol,” ujarnya.
Ini bukan kali pertama Rossoneri menjalani periode naik turun sepanjang laga. Allegri menilai timnya memang masih perlu perbaikan. “Saya pikir masalah kami di masa lalu justru terjadi di babak kedua, sementara di laga ini kami bermain lebih terbuka dengan empat gelandang, menekan Roma, dan memaksimalkan ruang yang mereka miliki,” tutur Allegri.
Ia menambahkan bagi sebuah tim, kepercayaan diri itu sangat dibutuhkan. “Sebuah tim harus membangun kepercayaan diri dan keyakinan diri, karena tidak mudah bermain di San Siro. Kami kehilangan beberapa pemain berpengalaman di laga ini, termasuk (Christian) Pulisic, (Adrien) Rabiot, dan (Fikayo) Tomori. Jadi ini adalah kesempatan menguji pemain yang berbeda di tengah tekanan stadion ini. Saya harus bilang mereka bermain dengan sangat baik,” tuturnya.
Meski sudah berada di papan atas, AC Milan belum mau memikirkan soal peluang juara. Kiper Rossoneri, Mike Maignan, menyebut masih terlalu dini membicarakan itu.
“Terlalu dini untuk bermimpi, ini baru bulan November. Kami punya skuad yang bagus, kami bersatu, kami hanya perlu menjalani satu pertandingan demi satu pertandingan. Kami belum bisa mengatakan kami sedang bersaing untuk meraih Scudetto saat ini. Tentu saja, kami ingin memenangkan segalanya, tetapi ini masih awal,” kata Maignan dilansir dari Football Italia
Sementara itu pelatih AS Roma, Gian Piero Gasperini menilai AS Roma tetap berada di arah yang benar meski gagal memanfaatkan sejumlah peluang, termasuk penalti Dybala di menit ke-82.
“Orang-orang selalu mencari apa yang tidak berjalan baik, tapi bagi saya lebih mudah melihat hal-hal yang sudah berjalan baik dan hanya terpaut beberapa sentimeter. Kami menciptakan banyak peluang. Ini gaya permainan yang saya inginkan. Memang menyakitkan kalah dengan kondisi seperti ini, tapi kami tetap percaya bahwa kami berada di jalur yang benar,” kata Gasperini dilansir dari Football Italia.
AS Roma memang tampil dominan di babak pertama dengan sejumlah peluang emas, namun gagal mencetak gol. Situasi berubah ketika Pavlovic memanfaatkan serangan balik dari Rafael Leao untuk membawa Milan unggul.
Menurut Gasperini permainan timnya sudah menunjukkan peningkatan, terutama dari sisi karakter dan kendali permainan. “Babak pertama kami sangat baik, menunjukkan karakter kuat melawan tim besar di kandangnya. Setelah gol mereka, kami sempat kesulitan di awal babak kedua, tapi kemudian bisa kembali menekan,” ucapnya.
Ia juga memberikan komentar terkait penalti gagal Dybala. Insiden itu semakin berat bagi Roma karena Dybala mengalami cedera paha saat eksekusi penalti. “Hal terburuk dari penalti itu adalah Dybala cedera. Sekarang kami harus melihat berapa lama dia akan absen, terutama setelah jeda internasional. Ini kehilangan terbesar malam ini,” ujar Gasperini.***
