Motivasi Pelatih Bikin Inggris Gilas Kroasia

Harry Kane saat melakukan tandukan guna membobol gawang Kroasia.

ARLINGTON – Inggris mengatasi perlawanan Kroasia 4-2 dalam laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington, Kamis (18/6) dini hari WIB.

Inggris dua kali unggul di babak pertama lewat Harry Kane. Gol pertama Kane dari titik penalti. Kane awalnya gagal karena tendangannya ditepis Dominik Livakovic. Namun, penalti harus diulang karena Livakovic lebih dulu bergerak saat proses tendangan penalti. Pada kesempatan kedua, Kane sukses menaklukkan Livakovic.

Kroasia sempat membalas lewat Martin Baturina, namun Kane berasil membawa Inggris 2-1. Tapi tak lama berselang Petar Musa berhasil menyamakan kedudukan.

Di babak kedua, The Three Lions menaikkan tekanan dan intensitas permainan lalu mendapatkan gol dari Jude Bellingham dan Marcus Rashford. Kroasia yang tak punya solusi kesulitan merespons.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel membeberkan kalimat motivasi yang ia gunakan untuk mengubah permainan anak asuhnya di saat jeda. Alih-alih marah besar, Tuchel justru meminta para pemainnya untuk bermain lepas tanpa beban dan berhenti mencemaskan hasil akhir.

“Saya katakan kepada mereka, bahkan jika kami kalah, itu tidak akan mengubah persepsi saya tentang apa yang sudah kami bangun selama 17 hari terakhir. Jadi, mari lakukan dengan cara kita sendiri. Kita terlalu fokus pada hasil dan terlalu melindungi apa yang sebenarnya belum kita miliki saat ini,” ungkap Tuchel kepada ITV.

Pelatih asal Jerman itu mengakui bahwa penampilan timnya sebelum jeda tidak memuaskan. “Kami mengalami sedikit ketegangan, mengambil keputusan yang terlalu aman, dan cenderung mengoper ke belakang daripada ke depan. Kami kesulitan menemukan ritme yang tepat dan tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk memanfaatkan ruang kosong,” ujarnya.

Ia juga membahas tentang statistik pertandingan.  “Saya melihat statistik yang menunjukkan bahwa kami hanya memenangkan 33% dari perebutan bola di lapangan pada babak pertama, dibandingkan dengan 73% pada babak kedua. Bahkan saat tidak menguasai bola, kami belum menunjukkan tingkat komitmen dan semangat yang diharapkan,” tuturnya.

Harry Kane memuji intensitas timnya.  Kane mengungkapkan bahwa pesan Tuchel saat jeda pertandingan menjadi salah satu kunci kebangkitan The Three Lions.

“Apresiasi untuk pelatih.  Ia memberi kami sebuah pesan saat turun minum, seperti mengatakan, ‘Dengar, bila  kita kalah, kita kalah dengan cara  kita sendiri’. Anda bisa melihatnya dari cara kami memulai babak kedua. Kami bermain dengan intensitas penuh dan mereka tidak mampu mengatasinya,” kata Kane yang dilansir laman resmi FIFA.

Kane menilai intensitas permainan menjadi kekuatan terbesar Inggris dan harus terus dipertahankan sepanjang turnamen. “Itulah standar yang harus kami tunjukkan di setiap pertandingan. Jadi apresiasi untuk semua orang. Ini adalah laga pertama di turnamen dan kami mendapatkan hasil luar biasa melawan tim kuat. Intensitas permainan adalah kekuatan terbesar kami dan kami harus lebih sering menggunakannya di turnamen ini,” ujarnya.

Selain membawa pulang tiga poin, The Three Lions juga menunjukkan kedalaman skuad dan kemampuan bangkit setelah mendapat tekanan dari lawan.

Sementara pelatih Timnas Kroasia, Zlatko Dalic, menegaskan timnya tidak memiliki ruang untuk melakukan kesalahan lagi. Dalic yang pernah membawa Kroasia menjadi runner-up Piala Dunia 2018 dan semifinalis pada edisi 2022 menilai timnya harus segera bangkit untuk menghadapi dua pertandingan tersisa melawan Panama dan Ghana.

“Tidak mudah untuk kalah. Anda kehilangan kepercayaan diri dan itu bukan hal yang baik. Kami harus mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk dua pertandingan berikutnya di fase grup. Sangat penting bagi kami untuk berada pada level yang tepat setelah kekalahan ini. Kami tidak punya hak untuk melakukan kesalahan lagi,”  kata Dalic dilansir dari New Straits Times.

Pelatih berusia 59 tahun itu secara khusus menyoroti buruknya pertahanan Kroasia saat menghadapi situasi bola mati. Dua gol Inggris lahir dari skema sepak pojok yang gagal diantisipasi dengan baik oleh para pemainnya.

“Kami biasanya cukup baik dalam menghadapi situasi bola mati. Kami tidak mudah kebobolan seperti itu dan kami sudah berlatih untuk menghadapi lawan ini. Kami tahu bagaimana Inggris akan bermain. Itu sangat buruk, terutama ketika menghadapi tim seperti Inggris. Sekitar 40 persen gol mereka berasal dari bola mati. Kami harus memperbaikinya dan menghindari kesalahan serupa di masa depan,” imbuhnya,” ujar Dalic.

Dengan hasil ini, Inggris memimpin klasemen dengan nilai 3, diikuti Ghana yang mengalahkan Panama dengan skor 1-0. Di dua posisi bawah ditempati Panama dan Kroasia yang belum mendapatkan poin.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *