AS Vs Australia, Berebut Tiket ke Fase Gugur

SEATTLE – Amerika Serikat (USA) akan melakoni laga penting melawan Australia pada Grup D Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Seattle, Sabtu (20/6) pukul 02.00 WIB. Kedua tim sama-sama berjuang untuk menjadi pemimpin grup.

The Stars & Stripes menatap laga   ini dengan rasa percaya  yang tinggi setelah  mengalahkan Paraguay 4-1. Sebaliknya, Australia bertekad bikin kejutan lagi usai memaksa Turki bertekuk lutut 2-0. Hasil itu membuat kedua tim sama-sama mengoleksi tiga poin dan menempati dua posisi teratas klasemen sementara Grup D.

Dengan demikian, siapa pun yang menang di laga  nanti, akan lolos ke 32 besar, entah menempati posisi berapa pun di klasemen akhir grup. Memang, ada peluang 3 tim di grup tersebut bakal punya 6 poin di ujung matchday 3. Namun, semestinya finis di peringkat 3 sekalipun, asalkan punya 6 angka, tim tersebut akan berada di deretan atas klasemen peringkat 3 terbaik.

Amerika Serikat diprediksi bermain menyerang dengan formasi fleksibel 4-3-3. Mereka bisa saja menekan sejak awal melalui kecepatan Christian Pulisic, Tim Weah dan Folarin Balogun.

Kemenangan atas Paraguay sudah jadi bukti efektivitas lini depan USMNT (United States Men’s National Team). Balogun tampil tajam, sementara Gio Reyna dan Weston McKennie mampu memberi dukungan dari lini kedua.

Di bawah arahan pelatih Mauricio Pochettino, the Stars and Stripes tampil agresif. Pochettino berharap timnya bisa bermain gaya agresif lagi menghadapi Australia.

Gelandang Sebastian Berhalter mengungkapkan salah satu perubahan terbesar yang dibawa Pochettino ialah soal mentalitas. “Satu hal yang dia tanamkan adalah bahwa kami orang Amerika. Kami tidak bisa diinjak-injak. Meskipun dia orang Argentina, dia menunjukkan kepada kami siapa kami sebenarnya dan nilai-nilai itu terus dia tekankan kepada kami. Laga melawan Australia sangat penting bagi kami, demi lolos ke babak selanjutnya,” kata Berhalter dikutip ESPN.

Di kubu  Australia kemungkinan kembali main disiplin dengan blok rapat sebelum mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti ampuh saat mereka mengalahkan Turki meski hanya menguasai bola kurang dari 30 persen sepanjang laga.

Kedisiplinan Socceroos inilah yang menjadi sorotan USMNT. Dalam 90 menit lawan Turki, sebenarnya Australia menghadapi 30 tembakan. Namun, dari sejumlah peluang itu, hanya 8 saja yang mengenai sasaran atau 27 persen.

Di samping pertahanan yang solid, Socceroos siap menebar ancaman lewat pergerakan cepat Connor Metcalfe dan wonderkid berusia 20 tahun, Nestory Irankunda. Sosok Irankunda yang baru saja tercatat sebagai pencetak gol termuda Australia di panggung Piala Dunia.

Penjaga gawang berusia 22 tahun, Patrick Beach, juga diprediksi kembali jadi opsi utama di bawah mistar gawang usai bikin delapan penyelamatan di laga debutnya. Namun, jika melihat kualitas individu, rekor head to head, dan keuntungan bermain di kandang sendiri, USA sedikit lebih diunggulkan.

“Sekarang kami menghadapi tantangan yang berbeda. Kami melawan tuan rumah, pelatih berkualitas, dan tim yang berkualitas. Pertandingannya akan berbeda. Kami harus pulih dengan baik, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Banyak pemain muda kami belum pernah mengalami situasi seperti ini. Kami harus menikmatinya,” kata pelatih Tony Popovic

Amerika Serikat diperkirakan menurunkan Matt Freese (kiper); Sergino Dest, Chris Richards, Tim Ream, Antonee Robinson; Tyler Adams, Weston McKennie, Gio Reyna; Tim Weah, Folarin Balogun dan Christian Pulisic.

Sementara Australia diprediksi menurunkan Patrick Beach (kiper); Jordan Bos, Alessandro Circati, Harry Souttar, Lucas Herrington; Jackson Irvine, Aiden O’Neill, Connor Metcalfe; Nestory Irankunda, Mohamed Toure dan Mathew Leckie.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *