PT Niramas Utama Segera IPO di BEI

Foto  bersama jajaran Dewan Direksi dan Direktur Pelaksana Niramas Utama. (Foto: ist)

JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk (produsen makanan dan minuman merek INACO) akan resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Yusuf Hamdani.
Philip Hamdani.
Adhi S.Lukman

PT Niramas Utama Tbk akan menggalang dana melalui penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) dengan kode saham JELI. IPO ini akan menerbitkan 350 juta saham, mewakili 25,93% dari modal disetor penuh, dengan nilai nominal Rp100 per saham. Menurut prospektus, kisaran harga saham untuk penawaran umum adalah Rp900 hingga Rp1.120 per saham.

JELI diharapkan dapat menggalang dana baru hingga Rp392 miliar. Dari jumlah tersebut, 51,04% dari hasil IPO akan digunakan untuk menyuntikkan ekuitas ke anak perusahaannya, PT NPS.

Sekitar 18,36% akan digunakan untuk belanja modal, khususnya untuk pembelian mesin (namun tidak terbatas pada pembelian, penyelesaian dan pemasangan mesin produksi, peralatan, dan fasilitas pendukung) untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan gudang dan mempercepat proses logistik; sekitar 10,63% akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang jangka pendek.

Sisanya sekitar 19,97% akan digunakan sebagai modal kerja. Untuk memfasilitasi aksi korporasi ini, JELI telah menunjuk PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin emisi dan sponsor untuk penawaran sekuritas ini.

Jadwal sementara untuk IPO adalah sebagai berikut, Periode permintaan informasi awal: 15-22 Juni 2026; Tanggal efektif memperoleh pernyataan pendaftaran Otoritas Jasa Keuangan: 29 Juni 2026; Periode penawaran umum: 1-3 Juli 2026; Tanggal penerbitan hak: 3 Juli 2026; Tanggal alokasi saham elektronik: 6 Juli 2026; Tanggal pencatatan di Bursa Efek Indonesia: 7 Juli 2026.

Per Desember 2025, aset perusahaan sebesar Rp552 miliar, liabilitas sebesar Rp407 miliar, dan ekuitas sebesar Rp146 miliar. Selama dua tahun terakhir, ekuitas meningkat sebesar 36,4% dibandingkan dengan Rp107 miliar pada tahun 2023.

Foto yang diambil saat perayaan ulang tahun ke-35 Niramas Utama.

Menurut prospektus, berdasarkan jumlah penggalangan dana maksimal sebesar Rp392 miliar, JELI akan mengalokasikan dana IPO sebagai berikut:

1. Rp200,1 miliar (51,04%) akan diinvestasikan ke anak perusahaan PT Niramas Pandaan Sejahtera untuk pembelian dan pemasangan peralatan produksi permen dan jeli.

2. Rp72 miliar (18,36%) akan digunakan untuk mesin baru, gudang dan fasilitas logistik untuk perusahaan induk.

3. Rp41,7 miliar (10,63%) akan digunakan untuk melunasi pinjaman jangka pendek KMK dari Bank Mandiri Indonesia. Saldo pinjaman akan berkurang dari Rp94 miliar menjadi Rp54 miliar.

4. Rp478,3 miliar (19,97%) akan dialokasikan sebagai modal kerja untuk bahan baku, operasional, dan pemasaran.

Struktur dewan direksi PT Niramas Utama: Direktur Utama Yusuf Hamdani, Direktur Philip Hamdani dan Adhi S. Lukman, yang juga Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI).

Sebelum IPO, PT Niramas Utama memegang 99,80% saham. Setelah IPO, kepemilikan saham PT Niramas Utama akan terdilusi menjadi 73,92%, dengan saham publik atau pihak yang tidak terkait memegang 25,93%.

Di usia 85 tahun, Yusuf Hamdani telah menjadi tokoh kunci yang memimpin PT Niramas Utama Tbk menuju penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2026.

Yusuf telah menjabat sebagai presiden dan direktur perusahaan sejak tahun 2013 dan merupakan salah satu tokoh kunci yang telah membangun bisnis Niramas selama tiga dekade terakhir.

Ia lulus dari sekolah Tionghoa di Jakarta pada tahun 1961. Karier bisnisnya mencakup telekomunikasi, real estat, perbankan, teknologi, pengolahan makanan, emas dan berlian, hotel, serta industri makanan dan minuman.

Sejak tahun 2002, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Niramas Utama International dan beberapa perusahaan dalam grup tersebut, termasuk PT Supra Megah Utama, PT Gaharu Sejahtera, PT Jaya Mulia Permata, PT Aneka Wahana Nusantara, dan BPR BANK SUPRA.

Didirikan pada tahun 1990 sebagai PT Nata Sari Raya, perusahaan saat ini mengoperasikan empat pabrik yang berlokasi di Bekasi, Pandaan (Jawa Timur), Pontianak dan Sukabumi.

Respon publik terhadap IPO PT Niramas Utama (produsen merek INACO) positif, dengan menyebutkan mereknya yang kuat dan posisinya di sektor barang konsumsi (CBO) yang tidak siklikal. Sentimen positif ini berasal dari pertumbuhan laba perusahaan yang signifikan dan prospek ekspansi bisnis yang menjanjikan melalui kode saham JELI.

Dukungan dan antusiasme publik terhadap IPO terutama berfokus pada kekuatan utama berikut: merek yang sangat mapan: Publik dan investor ritel menganggap INACO sebagai merek klasik dan terkenal dengan kepercayaan selama beberapa dekade di Indonesia; sektor defensif:

Perusahaan termasuk dalam sektor CBO, di mana permintaan biasanya stabil karena sifat kebutuhan sehari-hari dari makanan dan minuman; pertumbuhan laba yang signifikan: Prospektus menunjukkan rekam jejak keuangan yang kuat, dengan perusahaan mencapai lonjakan laba yang substansial; dan rencana ekspansi yang jelas: Publik telah menyatakan apresiasi atas alokasi dana IPO.

Sekitar 51,04% dari dana tersebut akan diinvestasikan di anak perusahaan untuk memperluas produksi permen jeli dan jelly, sementara 18,36% lainnya akan digunakan untuk pembelian mesin dan logistik. JELI termasuk dalam industri barang konsumsi non-siklik, khususnya sub-sektor pengolahan makanan. Produknya meliputi jelly kelapa, jelly mini, puding, permen jeli, I’m Coco, Nata de Coco, dan minuman jelly.

Fasilitas produksinya berlokasi di Bekasi, Sukabumi, Pandaan di Jawa Timur, dan Pontianak. Jaringan penjualannya mencakup 251 gerai di dalam negeri dan ekspor ke empat benua, termasuk Jepang,  RRT, India, Thailand, Australia, Kanada, dan bahkan Amerika Serikat serta beberapa negara di Timur Tengah.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *