JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (8/4) sore, dipicu oleh kekhawatiran pelaku pasar terhadap kebijakan tarif impor oleh Amerika Serikat (AS).
IHSG ditutup melemah 514,48 poin atau 7,90 persen ke posisi 5.996,14. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 66,74 poin atau 9,09 persen ke posisi 677,77.
Sepanjang Selasa, IHSG dibuka melemah, betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 11,12 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang masing- masing turun sebesar 10,18 persen dan 8,80 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SOSS, CTBN, NETV, IPAC dan LINKJ. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MTFN, PANI, INCO, AREA dan RAJA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.423.900 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,33 miliar lembar saham senilai Rp20,97 triliun. Sebanyak 33 saham naik, 710 saham menurun, dan 215 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei menguat 1.876,00 poin atau 0,60 persen ke 37.799,97, indeks Shanghai menguat 48,97 poin atau 1,58 persen ke 3.145,55, indeks Kuala Lumpur menguat 0,24 persen atau 0,02 poin ke posisi 1,443,73, dan indeks Straits Times menguat 71,03 poin atau 2,01 persen ke 3.469,57.***
