JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada penutupan perdagangan Senin (16/3) sore, seiring dengan harapan pelaku pasar terhadap defisit fiskal Indonesia supaya tetap berada di bawah 3 persen.
IHSG ditutup melemah 114,92 poin atau 1,61 persen ke posisi 7.022,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 14,60 poin atau 2,01 persen ke posisi 713,72.
Sepanjang Senin, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sembilan sektor melemah yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 2,33 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang baku yang turun masing-masing sebesar 2,29 persen dan 1,66 persen.
Sedangkan dua menguat yaitu dipimpin sektor kesehatan yang naik sebesar 0,12 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,09 persen 0,02 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PSDN, TRIN, LRNA, EMAS dan TRUE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni BRMS, ZATA, KUAS, ASPR dan AMMN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.674.892 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,05 miliar lembar saham senilai Rp15,92 triliun. Sebanyak 180 saham naik, 542 saham menurun, dan 98 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 68,50 poin atau 0,13 persen ke 53.751,10, indeks Shanghai melemah 10,66 poin atau 0,26 persen ke 4.084,79, indeks Hang Seng menguat 368,41 poin atau 1,45 persen ke posisi 25,834,02 dan indeks Straits Times menguat 26,41 poin atau 0,55 persen ke posisi 4.868,69.***
