Gubernur Pramono dan isteri berfoto bersama Wamen Veronica Tan, Wamen Irene Umar, Charles Honoris, dan undangan kehormatan lainnya.
JAKARTA (LB)—Perayaan Cap Go Meh dan buka puasa bersama di Pancoran Chinatown Point, Glodok, Jakarta Barat, pada Selasa (3/3/2026) sore berlangsung meriah. Acara yang menjadi puncak rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili ini digelar oleh Perhimpunan INTI (Indonesia Tionghoa) berkolaborasi dengan Pemprov. DKI Jakarta.
Selain Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan isteri, acara tersebut juga dihadiri oleh para mantan Gubernur DKI Jakarta, seperti Sutiyoso, Fauzi Bowo, Anies Baswedan, dan Teguh Setyabudi.

Hadir pula Wakil Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Veronica Tan, Wakil Menteri Ekraf (Ekonomi Kreatif) Irene Umar, anggota DPD Happy Farida Djarot, anggota DPR RI Charles Honoris, Yenny Wahid, Atase Kebudayaan Kedubes Tiongkok Wang Siping, dan sejumlah pejabat Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta.

Kemudian sejumlah tokoh pengusaha dan tokoh masyarakat serta pimpinan organisasi Tionghoa, antara lain Tomy Winata, Bambang Sunarko, Teddy Sugianto (Ketua Umum Perhimpunan INTI), I Wayan Suparmin (Ketua PD INTI Jakarta), Nancy Widjaya (Pendiri INTI), Ulung Rusman, Lexyndo Hakim, Djoko Wihardjo, Rachman Hakim, dan lain-lain.

Dalam kata sambutannya, Gubernur Pramono mengatakan, perayaan ini menunjukkan bahwa budaya Tionghoa yang telah berakulturasi dengan budaya Betawi diterima dan tumbuh dengan baik di Jakarta. “Ini menunjukkan bahwa acara kebersamaan yang diadakan Pemprov DKI Jakarta bersama INTI berjalan dengan baik,” ujarnya.

Gubernur Pramono menegaskan, Jakarta merupakan melting pot (wadah peleburan) budaya, ruang perjumpaan berbagai etnis dan tradisi yang hidup berdampingan dalam harmoni. Tradisi-tradisi tersebut tumbuh dalam ruang sosial yang sama dan saling memperkaya, sehingga setiap komunitas memberikan kontribusi nyata bagi perjalanan dan kemajuan Jakarta.
Ia juga mengungkapkan rencana pembangunan Museum Peranakan di Jalan Keadilan menjadi simbol penguatan identitas budaya Jakarta yang majemuk. Museum tersebut akan terintegrasi dengan pengembangan kawasan Glodok-Pancoran yang terhubung dengan proyek MRT fase lanjutan, sehingga memperkuat kawasan itu sebagai destinasi wisata budaya.

“Saya ingin menyampaikan bahwa warga Tionghoa telah memberikan kontribusi luar biasa bagi Jakarta. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta,” urai Gubernur Pramono.
Gubernur Pramono menekankan, perayaan Cap Go Meh dan buka puasa bersama menjadi bukti nyata keberagaman sebagai kekuatan Jakarta. Ia juga mengajak seluruh warga untuk terus merawat harmoni dan memperkuat kolaborasi dalam membangun Jakarta sebagai kota global yang inklusif dan berbudaya.


“Keberagaman bukan sekadar dirayakan dalam seremoni, tetapi harus dirawat sebagai kekuatan bersama. Dengan semangat Cap Go Meh dan Ramadan, mari kita jaga persatuan dan terus membangun Jakarta,” pungkasnya.
Sementara Ketua Panitia Penyelenggara Cap Go Meh Anwar Budiman menyampaikan apresiasi kepada Pemprov DKI atas dukungannya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, perayaan Cap Go Meh bukan hanya sekadar tradisi, melainkan juga simbol keberagaman, toleransi, dan kolaborasi.
Perayaan Cap Go Meh menutup rangkaian Festival Imlek Jakarta 2026 yang telah dimulai sejak 13 Februari lalu. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai persatuan.

Rangkaian acara berlangsung sejak pagi dengan menghadirkan beragam atraksi budaya, seperti tari selendang dendang, pertunjukan barongsai dan liong, tanjidor, egrang, ondel-ondel, serta bazar UMKM.
Cap Go Meh merupakan hari ke-15 setelah Imlek yang identik dengan lampion dan pertunjukan seni budaya.

Perayaan ini sarat makna syukur, harapan baru, serta optimisme untuk melangkah ke depan dengan semangat kerja keras. Tahun Kuda Api yang kini dimasuki melambangkan energi, keberanian, dan daya juang, semangat yang dinilai relevan bagi perjalanan Jakarta ke depan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Rekor MURI atas penerbangan flying drone LED pertama di Indonesia kepada Gubernur DKI Jakarta.
Selain itu, diumumkan para pemenang Lomba Dekorasi Imlek 2026 dari berbagai kategori, mulai dari kementerian/lembaga, hotel, gedung perkantoran, hingga pusat perbelanjaan. **
