Protes Penghapusan Angkot Tua, Ratusan Sopir Geruduk Balai Kota Bogor

Ratusan sopir angkot dari puluhan trayek di Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1).

BOGOR (LB)- Ratusan sopir angkot dari puluhan trayek di Kota Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1). Mereka memprotes rencana penghapusan angkot tua yang dinilai mengancam mata pencaharian sopir dan pemilik angkutan kota.

Dari pengamatan di lokasi, massa aksi datang menggunakan angkot masing-masing dan memarkirkannya di sekitar kawasan Balai Kota.

Sejumlah angkot dipasangi poster dan spanduk berisi protes, salah satunya bertuliskan, “Kami bukan maling, kami bekerja menafkahi keluarga. Pak Wali Kota, kami beli angkot pakai duit, bukan pakai daun.”

Spanduk penolakan juga dibentangkan massa di barisan depan aksi. Aksi ini diikuti sopir angkot dari hampir seluruh trayek yang beroperasi di Kota Bogor.

Para sopir menyebut, setidaknya ada sekitar 24 hingga 26 trayek yang terlibat dalam unjuk rasa tersebut, mulai dari trayek 01 hingga trayek paling ujung.

Meski demikian, massa mengeklaim jumlah peserta belum sepenuhnya merepresentasikan seluruh sopir angkot di Kota Bogor.

“Ini belum semua, masih banyak yang belum kumpul,” ujar Hasim, salah seorang sopir angkot di lokasi aksi.

Pengamanan Aparat

Di tengah aksi, aparat kepolisian tampak melakukan pengamanan ketat di sekitar Balai Kota Bogor. Barisan petugas berjaga menghalau massa agar tidak masuk ke area dalam kantor pemerintahan. Pada salah satu titik, terlihat kerumunan massa memadati halaman depan, sementara beberapa perwakilan sopir menyampaikan aspirasi secara bergantian.

Massa aksi juga menegaskan bahwa unjuk rasa ini bukan aksi terakhir. Para sopir mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak direspons oleh Pemerintah Kota Bogor. Para sopir berharap Pemkot Bogor mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari kebijakan tersebut. Mereka menilai penghapusan angkot tua tanpa solusi konkret berpotensi memicu pengangguran baru di sektor transportasi kota dan memperlebar persoalan sosial di Kota Bogor. “Dampaknya jelas ke kebutuhan hidup. Buat beli beras saja kami tidak mampu. Kalau diganti mobil baru, cicilannya melebihi pendapatan kami,” ujarnya. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *