Penyidik Polda Metro akan Periksa Seluruh Perusahaan  Swasta Korban Peretasan Bjorka

JAKARTA (LB) – Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya akan meminta keterangan sejumlah perusahaan swasta yang menjadi korban pembobolan data oleh peretas dengan nama samaran Bjorka.

Wakil Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, mengatakan,
penyidik saat ini sedang menelusuri puluhan entitas yang datanya diretas untuk mengetahui bagaimana sistem keamanan mereka bisa dibobol.

“Puluhan entitas data pribadi milik beberapa perusahaan itu u nanti akan kami tindak
lanjuti bagaimana sistem itu bisa di-hack Bjorka dan datanya diambil oleh Bjorka. Itu kami panggil entitas/lembaga itu untuk kami periksa,” ujar Fiansaat dikonfi rmasi, Senin (3/11).

Menurut Fian, dari puluhan entitas tersebut, ada yang berasal dari instansi pemerintah
negara asing. Karena itu, Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menelusuri kemungkinan adanya pencurian data lintas segara (data breach).

“Kalau terjadi data breach,
kami akan bekerja sama untuk saling berbagi data guna menangkap pelakunya. Apakah
dia pelakunya Bjorka yang ini atau ada pelaku lain, itu akan kami tangkap,” tegas Fian.

Namun, pihak kepolisian masih harus memastikan apakah pelaku peretasan benar-benar adalah WFT (22), tersangka pemilik akun X (Twitter) atas nama Bjorka, atau pihak lain yang terlibat. 

Saat ini, penyidik masih menunggu hasil analisis terhadap log system elektronik
yang dimiliki masing-masing
perusahaan yangmenjadi korban. Hal ini untuk memastikan sumber kebocoran.
“Iya, itu nanti kami tunggu log dari sistem elektronik yang dimiliki masing-masing
korban tadi, atau data owner,” tambah Fian.
Fian menyebutkan, sejumlah barang bukti telah ikirim ke laboratorium forensik untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil awal,
data yang diretas Bjorka mencakup berbagai sektor mulai dari kesehatan, perbankan,
pendidikan, infrastruktur, hingga e-commerce.
“Ada dari data kesehatan, data bank dalam maupunluar negeri, ada data sekolah,
konstruksi, data e-commerce juga ada. Datanya bervariasi dan banyak,” kata Fian.

Total data yang dikumpulkan Bjorka mencapai sekitar 5 gigabyte (GB).
“Kemarin yang kita diskusikan dengan law enforcement,bdatanya lima gigabyte. Anda
bayangkan kalau 5 GB, sebesar apa datanya,” kata Fian.

Pihak kepolisian juga akan meminta setiap perusahaan untuk menyerahkan log internet mereka guna menelusuri alur data yang akhirnya disimpan oleh Bjorka.

Sebelumnya, penyidik irektorat Reserse Siber
Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial WFT (22) yang diduga sebagai pemilik akun X bernama Bjorka.
Ia ditangkap di rumah kekasihnya, MGM, di Desa Totolan, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Selasa (23/9) lalu.

“Tersangka dengan inisial WFT, laki-laki, usia 22 tahun,” ungkap Kasubbid Penmas
Bid Humas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak dalam konferensi pers, barubaru ini. Berdasarkan hasil penyelidikan, WFT diketahui sebagai pemilik akun X @ bjorkanesiaa sejak 2020. Ia mengunggah tampilan basis data nasabah salah satu bank
swasta dan memperoleh data tersebut dari dark forum.

“Peran kedua mengunggah tampilan database akun nasabah salah satu bank swasta Indonesia di media sosial
akun X dengan nama Bjorka
dan username @bjorkanesiaa,
dan mengambil tampilan database akun nasabah bank dari dark forum,” jelas Kasubdit IV Direktorat Reserse Siber AKBP Herman Edco Wijaya Simbolon.

Menurut Herman, motif pelaku adalah untuk memeras pihak bank. Namun, rencana itu gagal setelah bank melapor ke polisi. 

Pelaku juga diketahui memiliki beberapa
akun lain di dark forum dengan nama berbeda, seperti SkyWave, Shint Hunter, dan Oposite 6890.
“ T u j u a n p e l a k u melakukan perubahan
nama-nama ini adalah untuk menyamarkan dirinya dengan menggunakan berbagai macam email atau nomor telepon sehingga
yang bersangkutan sangat susah untuk dilacak,” tambah Herman.tom

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *