Menuju Era Baru, Kota Bandung Siap Bangun Jalur BRT 21 Kilometer

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

BANDUNG (LB)- Kota Bandung bersiap menuju era baru transportasi publik, dengan dimulainya pembangunan jalur khusus bus rapid transit (BRT) pada Januari 2026 mendatang. Proyek itu, menjadi langkah besar dalam mewujudkan sistem transportasi massal yang cepat, nyaman dan ramah lingkungan di kawasan metropolitan Bandung Raya.

Proyek BRT yang didanai oleh Bank Dunia tersebut, memiliki panjang sekitar 21 kilometer dan akan melintasi lima wilayah yakni Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang. Jalur khusus itu, diharapkan mampu mengurai kemacetan yang selama ini menjadi masalah utama di Kota Bandung dan sekitarnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengatakan, pembangunan jalur brt merupakan program strategis nasional yang melibatkan Kementerian Perhubungan bersama pemerintah daerah. Proyek tersebut, didesain untuk memperbaiki konektivitas antarwilayah dan memperkuat ekosistem transportasi publik yang berkelanjutan.

“BRT ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memperbaiki mobilitas warga. Jalurnya akan melewati kawasan padat dan terintegrasi dengan dua depo besar, yaitu di Cicaheum dan Leuwipanjang,” kata Erwin pada Kamis (30/10).

Menurut dia, selama pelaksanaan pembangunan. Sejumlah fasilitas publik akan mengalami penyesuaian, termasuk area parkir di beberapa titik jalan utama. Sekitar 312 juru parkir resmi, diperkirakan akan terdampak sementara waktu karena lokasi kerjanya digunakan untuk proyek tersebut.

Namun pihaknya berkomitmen memberikan kompensasi bagi para juru parkir yang terdampak, agar mereka tetap memiliki penghasilan selama masa pembangunan berlangsung. Kompensasi itu direncanakan sebesar upah minimum regional (UMR) dikalikan enam bulan.

“Pemkot Bandung menyiapkan kompensasi agar warga yang terdampak tetap bisa bertahan. Dana itu bisa digunakan untuk kebutuhan hidup atau bahkan modal usaha,” ucapnya.

Menurut rencana, proyek BRT tersebut akan mengadopsi sistem transportasi modern dengan armada bus ramah lingkungan, halte berstandar internasional dan integrasi tiket elektronik. Setelah rampung, BRT diharapkan dapat menjadi pilihan utama warga Bandung Raya dalam beraktivitas tanpa harus bergantung pada kendaraan pribadi. “Kota Bandung sedang menuju perubahan besar dalam sistem transportasi. BRT bukan hanya soal bus, tapi soal membangun budaya baru dalam mobilitas perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujar dia. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *