90 Km Jalan Nasional di Kalteng Masih Tanah, Perbaikan Terkendala Anggaran

Plt Sekda Kalteng, Leonard S Ampung.

PALANGKA RAYA (LB)- Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali mencatatkan rekor sebagai provinsi dengan jalan rusak terpanjang di Indonesia pada tahun ini, dengan total panjang mencapai 191,56 km. Dari jumlah tersebut, sekitar 90 km masih dalam bentuk jalan tanah, yang dikenal dengan istilah jalan agregat.

Data ini diperoleh dari laporan “Kondisi Jalan 2025” yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.

Dalam laporan tersebut, jalan yang rusak dikategorikan sebagai rusak ringan dan rusak berat, baik dari segi struktur maupun fungsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng, Leonard S Ampung, menjelaskan bahwa dari total 191 km jalan yang rusak, terdapat 90 km yang masih berstatus missing link.

“Ada 90 km yang masih missing link, masih jalan tanah, agregat, itu yang kami sebut dengan klasifikasi rusak,” ujarnya di Kantor DPRD Kalteng, Palangka Raya, pada Selasa (18/11) petang.

Leonard menambahkan bahwa perbaikan jalan yang rusak tersebut terhambat oleh keterbatasan anggaran.

Menurutnya, anggaran untuk perbaikan jalan nasional di Kalteng, yang menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, terbilang kecil. Hal ini terungkap setelah rapat koordinasi dengan lembaga di bawah Kementerian PU yang menangani masalah jalan nasional di daerah.

“Mereka sudah mengungkapkan apa yang sudah dilakukan tahun 2025 dan rencana 2026, memang kalau kita lihat angka anggarannya jauh di bawah standar untuk menangani jalan nasional di Kalteng yang kurang lebih totalnya 2.000 km lebih,” ungkap Leonard.

Dia juga menjelaskan bahwa dengan anggaran yang minim, tidak dapat dihindari adanya titik-titik lokasi yang mengalami kerusakan berat. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian PU, terdapat 191 km jalan nasional di Kalteng yang rusak, yang terletak di lintas tengah, termasuk di daerah Katingan dan sekitarnya, sepanjang Tumbang Sanamang, Tumbang Hiran, Tumbang Kajuwei, hingga perbatasan Kalimantan Barat. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *