Bryan Mbeumo dan Bruno Fernandes melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Burnley.
MANCHESTER – Manchester United (MU) susah payah mengalahkan Burnley 3-2 pada laga di Old Trafford, Sabtu (30/8) malam WIB.
Gol bunuh diri Josh Cullen membawa United unggul lebih dulu, tapi disamakan Lyle Foster. Byan Mbuemo memulihkan keunggulan United tapi gol Jaidon Anthony membuat Burnley kembali menyamakan kedudukan. Pada injury time Martin Dubravka, yang sukses menembus gawang Burnley.
Whoscored mencatat, MU dominan dengan penguasaan bola yang mencapai 58 persen. Bruno Fernandes dan kolega melepaskan total 15 percobaan (4 on target), termasuk upaya Mason Mount yang mengenai mistar gawang.
Manajer MU Ruben Amorim menyoroti kegagalan timnya menuntaskan peluang di paruh pertama. “Ini adalah tiga poin, juga Anda melihat pertandingannya kami seharusnya mengatasinya di babak pertama, dan mengendalikan permainan. Namun, kami justru berjuang sampai menit akhir karena hal-hal yang kami bikin rumit sendiri. Melihat babak pertama, kami punya banyak sekali peluang. Anda merasa Anda bisa mengendalikan pemainan,” kata Amorim dikutip Manutd.com.
Yang menarik, saat penalti Fernandes, Amorim terlihat memalingkan wajah. Ia beralasan hanya ingin melihat ke arah suporter. “Saya ingin melihat fans. Apa yang harus terjadi harus terjadi. Pada saat itu, saya berpikir, akan adil jika memenangi pertandingan ini. Dan saya tidak berpikir (penalti) Bruno akan gagal dua kali beruntun,” ujar Amorim seperti dilansir BBC.
Amorim juga menepis bahwa ia mengkhawatirkan masa depannya sebelum penalti kali ini. “Tidak, saya cuma berpikir Bruno tidak akan gagal,” ujarnya.
Bagi Amorim, itu jadi kemenangannya yang kedelapan di Premier League. Dalam catatan yang dilansir Sky Sports, empat di antaranya diraih pelatih asal Portugal itu melawan tim promosi.
Burnley merupakan tim promosi di Premier League musim ini. Sementara pada musim lalu, tim promosi yang dikalahkan MU-nya Amorim adalah Leicester City, Ipswich Town dan Southampton.
“Laga memang tidak pernah mudah. Selama pertandingan, kami mencoba di setiap momen, kadang main bagus, kadang terlalu terbuka, terlalu cepat, kehilangan bola. Tapi usahanya ada,” tuturnya.
Hanya sayang kemenangan itu dibayar dengan cederanya Matheus Cunha dan Mason Mount mengalami cedera. Cunha harus digantikan Joshua Zirkzee saat laga baru berjalan sekitar setengah jam. Sementara itu Mount cuma bermain selama satu babak lalu digantikan Kobbie Mainoo saat turun minum.
Bryan Mbeumo mengatakan, kemenangan ini melegakan MU. “Laga sangat berat. Semua orang memiliki ekspektasi yang besar dari kami. Kemenangan ini sangat bagus untuk kami secara mental dan menuju jeda internasional dengan sedikit kelegaan. Kemenangan ini bukan hanya untuk manajer, untuk tim. Kami ingin memenangi sebanyak mungkin pertandingan,” ucap Mbeumo kepada Sky Sports.
Sementara manajer Burnley, Scott Parker, memberikan komentar terkait penalti yang diberikan kepada Manchester United. Parker mengaku tak mempermasalahkan hal itu karena kejadian seperti ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari permainan sepak bola.
“Di era modern dan dengan cara permainan sepak bola saat ini, semuanya terasa sangat terkontrol dan steril. Begitulah permainannya selama ini, setiap detik dan fase pertandingan selalu diperiksa dengan cermat. Memang seperti itulah kenyataannya, tetapi tentu saja kami merasa sangat frustrasi dan kecewa dengan cara pertandingan ini berakhir,” ujar Parker seperti dilansir dari laman resmi klub.***
