Warga Antre Berjam-jam Lamar Kerja PPSU hingga Damkar di Balai Kota Jakarta

Ratusan orang memadati loket penerimaan surat dan barang di Balai Kota Jakarta, mereka mengantre untuk melamar sebagai Pekerja Penunjang Layanan Publik (PJLP), termasuk posisi Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), Tim Putih dari Dinas Sosial, Tim Biru dari Dinas Sumber Daya Air, hingga Tim Hijau dari Dinas Pertamanan, Selasa (22/4).

JAKARTA (LB)- Sejumlah warga memadati loket penerimaan surat dan barang di Balai Kota Jakarta, Selasa (22/4). Mereka mengantre untuk melamar sebagai Pekerja Penunjang Layanan Publik (PJLP), termasuk posisi Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU), Tim Putih dari Dinas Sosial, Tim Biru dari Dinas Sumber Daya Air, hingga Tim Hijau dari Dinas Pertamanan.

Dari pantauan di lokasi, para pelamar kerja tampil rapi mengenakan kemeja berkerah. Masing-masing dari mereka tampak membawa amplop cokelat berisi surat lamaran, pas foto, dan fotokopi KTP yang dijepit menggunakan klip kertas.

Banyak di antara mereka yang datang sendiri, namun tak sedikit juga yang diantar keluarga. Antrean panjang sejak pagi dan membuat para pelamar harus menunggu berjam-jam di tengah cuaca panas.

“Lama banget antreannya,” ujar salah satu pelamar.

Salah satu pelamar, Kahfi (30), datang dari Ciganjur, Jakarta Selatan. Ia berangkat dari rumah sekitar pukul 08.30 WIB untuk mencari peruntungan di Tim Putih Dinsos Jakarta.

Kahfi mengaku mengetahui informasi lowongan dari grup WhatsApp pribadi miliknya. “Saya tahu lowongan ini dari grup WhatsApp ibu-ibu dishare, diforward. Pas datang langsung diarahin ke penerimaan surat, terus ngambil nomor antrean, surat ditaruh nanti sekiranya sudah dapat nomor antrean nanti dipanggil sesuai antrian baru nanti kemungkinan melakukan sesi interview,” ungkap Kahfi.

Sesampainya di Balai Kota Jakarta, Kahfi mengaku antrean sudah membeludak. “Untuk mendaftar paling lamanya di antrean aja sih, tadi pas masuk saya dapat nomor antrean 457,” kata dia.

Pelamar lainnya, Riri Agustianto (40), warga Cengkareng, juga mengetahui informasi rekrutmen dari media sosial. Ia melamar posisi sebagai PPSU. Riri lebih memilih mengirimkan lamaran kerja dirinya ke Balai Kota Jakarta agar cepat diproses.
“Iya benar, suruh datang ke Balai Kota ya saya datanglah, sayakan niat saya niat cari kerja. Sekarang saya ojek online. Semoga kalau langsung ke Balai Kota bisa langsung diproses,” ungkap Riri.

Sejak semalam, Riri telah mempersiapkan persyaratan yang akan dibawa. “Kita masuk tinggal ngisi formulir terus nyerahin doang. Nanti diumumin, ya kita tinggal nunggu pengumumannya aja, belum tahu kapan,” ungkap Riri.

Dikonfirmasi terpisah, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, mengatakan proses rekrutmen seharusnya dilakukan oleh wilayah atau suku dinas terkait sesuai kebutuhan.

“Perlu masyarakat ketahui bahwa rekrutmen PJLP seharusnya dilakukan oleh wilayah dan suku dinas terkait sesuai kebutuhan,” ungkap Chico.

Ke depan, masyarakat disarankan untuk mengakses situs www.jakarta.go.id dan kanal Lowongan Kerja untuk mendaftar secara online, sehingga tidak perlu datang jauh-jauh ke Balai Kota. “Masyarakat juga dapat mengakses situs instansi atau unit kerja yang membuka rekrutmen PJLP,” ungkap Chico.

Meski begitu, lamaran yang telah diterima akan diteruskan ke instansi yang berwenang. Ia juga memastikan bahwa seluruh proses seleksi akan dilakukan secara profesional dan transparan. “Kami sudah menerima lamaran dengan baik dan akan kami teruskan pada yang berwenang untuk dapat melakukan proses seleksi dan kami tekankan proses ini harus berjalan profesional dan benar-benar sesuai kapasitas, tidak ada titipan dan lain sebagainya,” ungkap Chico. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *