Selebrasi pemain Parma saat mengalahkan Real Madrid.
MADRID – Valencia mengalahkan Real Madrid 2-1 pada pekan ke-30 LaLiga yang digelar di Santiago Bernabeu, Sabtu (5/4) malam WIB. Kemenangan ini penting bagi Valencia yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi. Valencia naik ke peringkat ke-15 dengan 34 poin.
Madrid masih tertahan di peringkat kedua klasemen Liga Spanyol dengan 63 poin dari 30 laga. Selisih jarak dengan Barcelona selaku pemuncak klasemen menjadi empat angka usai Barca ditahan imbang 1-1 melawan Real Betis.
Di laga itu Madrid sempat berkesempatan unggul lebih dulu setelah mendapat penalti pada babak pertama. Namun, eksekusi Vinicius Junior diblok oleh kiper Valencia.
Mouctar Diakhaby membuka keunggulan Valencia pada menit ke-16. Pada paruh kedua, Madrid mencetak gol balasan lewat Vinicius. Namun, Hugo Duro lantas mencetak gol untuk Valencia di injury time untuk memberi Madrid kekalahan.
Ini jadi kemenangan tandang pertama Valencia dalam kurun waktu hampir setahun, usai mengalahkan Osasuna 1-0 15 April 2024. Pelatih Valencia Carlos Corberan senang dengan hasil tersebut.
“Sempurna sekali bisa mendapat kemenangan di sini. Ini kebahagiaan untuk fans yang begitu menderita. Saya tahu klub ini seperti apa, dan kami berutang hasil-hasil seperti ini kepada mereka. Mereka selalu menunjukkan dukungan luar biasa dan ini untuk mereka. Kami sudah lama tidak menang di laga tandang. Fans begitu menderita. Kami ingin membalas dukungan mereka dengan cara seperti ini,” ujar Corberan di ESPN.
Ia menjelaskan timnya berjuang keras untuk meraih hasil positif ini. “Laga berjalan sangat ketat, karena Madrid memberikan tekanan. Tapi pemain saya bisa memberikan yang terbaik dan sanggup memanfaatkan peluang yang kami miliki,” kata Corberan.
Sementara di pihak Madrid, kekalahan ini tak membuat pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti patah arang. Ancelotti masih yakin El Real bisa mempertahankan gelar juara liga. Ia tidak mau menyerah dan yakin Madrid masih bisa bersaing sampai pekan terakhir.
“Memang lebih sulit untuk bersaing jadi juara liga, tapi kami cuma punya satu misi, yakni tampil sebaik mungkin sampai akhir. Kami masih punya peluang (juara). Memang peluangnya mengecil setelah laga ini, tapi kami harus bertarung sampai akhir,” ujar Ancelotti seperti dilansir ESPN.
Ancelotti juga meminta anak asuhnya tidak terlalu lama larut dalam kekecewaan. Pasalnya Madrid selanjutnya akan tandang ke Emirates Stadium, London, untuk menghadapi Arsenal di leg pertama perempatfinal Liga Champions.
“Kami kehilangan kesempatan untuk berjuang untuk gelar liga dengan lebih kuat tapi (final Copa del Rey) melawan Barcelona dan laga melawan Arsenal akan berbeda. (Arsenal dan Barcelona) akan lebih menyerang dan skenario permainan akan jauh berbeda. Tentu saja kami harus lebih baik dalam bertahan dan lebih efektis di depan, tapi tidak boleh kehilangan fokus. Saat ini lawan tidak terlalu kesulitan mencetak gol melawan kami itu fakta. Tapi tidak ada gunanya mengeluhkannya,” ujar Ancelotti seperti dilansir Reuters.
Ia mengatakan timnya harus tampil lebih baik lagi di laga-laga selanjutnya. “Ini bukan kekalahan yang pantas (melawan Valencia). Apakah seharusnya kami bisa lebih baik? Tentu saja, tapi ini bukan karena sikap yang kurang. Kami pantas menang dan itu karena detail. Kami harus move on dan fokus ke Arsenal di hari Selasa (Rabu dinihari WIB),” katanya.
Ancelotti juga mengaku pusing memilih algojo penalti Los Blancos usai hasil penalti yang kerap mengecewakan. “Musim ini merupakan musim yang rumit bagi para pengambil penalti. (Jude) Bellingham gagal mengeksekusi penalti melawan Valencia, (Kylian) Mbappé gagal mengeksekusi penalti di Bilbao dan Liverpool, dan Vinicius juga gagal mengeksekusi penalti melawan Atlético,” kata Ancelotti.
Ancelotti sebelumnya menunjuk Vinicius Junior sebagai penendang penalti pertama El Real. Kegagalan penalti juga tak sekali bagi Vinicius. Pemain tim nasional Brasil tersebut juga gagal mengeksekusi tendangan 12 pas saat menghadapi Atletico Madrid pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions pada 13 Maret.
Ditanya mengenai potensi Mbappe ditunjuk untuk menjadi algojo penalti pertama Real Madrid, Ancelotti mengungkapkan akan melakukan analisa terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan tersebut. “Kita lihat saja nanti,” ujar Ancelotti.***
