Vale Jamin Pasokan Nikel ke Smelter Aman Meski ESDM Pangkas Produksi

JAKARTA – PT Vale Indonesia Tbk menjamin pasokan nikel untuk smelter di Sorowako, Sulawesi Selatan tetap aman meskipun Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengurangi kuota produksi bijih nikel.

“Sorowako 100 persen, nikel matte tidak ada yang berkurang, sesuai dengan plan,” ujar Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer Vale Budiawansyah ketika ditemui di Jakarta, Kamis (15/1).

Budiawansyah  menyebutkan, penyesuaian yang dilakukan oleh pemerintah adalah produksi bijih nikel. Tujuan dari penyesuaian produksi bijih nikel, adalah untuk memastikan pasokan nikel sesuai dengan permintaan pasar.

Sedangkan, pasokan untuk smelter tetap terjamin, sehingga produksi nikel matte tetap sesuai target.

Ke depannya, tutur dia melanjutkan, masih ada periode revisi kuota produksi dan pengajuan kembali apabila dibutuhkan. “Pemerintah itu cuma berusaha mengelola dulu. Hilirisasinya 100 persen, bijihnya yang disesuaikan,” kata Budiawansyah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026, dengan mekanisme persetujuan RKAB tahunan, dan diberikan pada Kamis.

Akan tetapi, Budiawansyah belum mengungkap volume kuota produksi nikel yang diberikan oleh pemerintah berdasarkan RKAB tersebut.

RKAB tersebut merupakan hasil revisi dari Kementerian ESDM yang berniat memangkas produksi nikel guna mendongkrak harga komoditas nikel di pasar dunia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno berencana memangkas produksi nikel menjadi sekitar 250–260 juta ton pada 2026, turun dari target produksi dalam RKAB 2025 sebanyak 379 juta ton.

Saat ini, kata dia, harga nikel sudah berada di atas 17 ribu dolar AS per dry metric ton (dmt), naik apabila dibandingkan dengan rata-rata tahun 2025 yang berada di kisaran 14 ribu dolar AS per dmt.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *