Selebrasi pemain Tottenham Hotspur saat mengalahkan rumah Manchester City.
LONDON – Tottenham Hotspur mempermalukan tuan rumah Manchester City. Manajer Spurs Thomas Frank tak hanya puas dengan hasilnya, tapi juga performa timnya.
Laga pekan kedua Premier League itu digelar di Etihad Stadium, Sabtu (23/8) malam WIB. The Lilywhites memetik poin penuh usai usai menang 2-0. Brennan Johnson membuka keunggulan Spurs pada menit ke-35. Di injury time babak pertama, Joao Palhinha menambah gol untuk Spurs.
Lini belakang Spurs cukup solid dalam membendung serangan City. Pada paruh kedua, meski kalah dominan, Spurs masih bisa menciptakan peluang untuk menambah gol.
Frank menilai performa Spurs istimewa. Ia juga senang gawang Spurs masih belum kebobolan. “Hasil dan performa yang menggembirakan. City sedikit unggul pada 35 menit pertama. Gol membantu kami. Hal utama di laga-laga melawan City, yang merupakan tim top, adalah tetap dalam permainan dan terus lakukan yang sedang Anda lakukan,” kata Frank kepada BBC Sport.
Ia menyebut di babak kedua timnya tampil jauh lebih baik. “Babak kedua kami luar biasa dalam banyak hal. Kami terus mencari tambahan gol untuk 3-0 yang sayangnya tidak kami dapat. Ini clean sheet kedua secara beruntun. Musim lalu kami punya enam (clean sheet). Ini hal besar buat saya,” katanya.
Menariknya, Tottenham Hotspur lagi-lagi mengalahkan Manchester City di Etihad Stadium. Spurs menyamai catatan yang sebelumnya cuma dipegang Manchester United.
Spurs menjadi tim kedua setelah MU yang menang di kandang timnya Pep Guardiola di liga dalam dua musim beruntun. MU pernah melakukannya pada 2019/2020 dan 2020/2021.
Spurs musim lalu mencatatkan kemenangan telak 4-0 di kandang Man City di ajang Premier League. Hasil itu diraih Spurs di pekan ke-12 pada November 2024.
Thomas Frank juga bikin catatan istimewa dengan kemenangan di markas Man City ini. Ia tercatat sebagai pelatih ketiga yang mengalahkan timnya Guardiola di laga tandang bersama dua tim berbeda.
Frank mengikuti jejak Jose Mourinho (Real Madrid dan MU) dan Antonio Conte (Chelsea dan Spurs). Frank sebelumnya menang di Etihad Stadium bersama Brentford pada November 2022.
Sementara itu Pep Guardiola menilai Manchester City sebenarnya tampil tak terlalu buruk. The Citizens kalah karena kesalahan individu pemainnya.
Mereka mencatatkan 61 persen penguasaan bola dibanding Tottenham yang hanya 39 persen. Namun, Man City kesulitan membongkar lini belakang Tottenham. Manchester Biru hanya bisa bikin empat tembakan ke arah gawang dari 10 percobaan.
Sementara, Tottenham bermain sangat efektif terutama lewat serangan balik. Tim tamu bisa lebih banyak mengancam dengan 12 kali melepas tembakan lima di antaranya mengarah ke gawang dengan dua berbuah gol.
“Saya merasa performanya sedikit lebih baik daripada hasilnya. Secara individu, kami terlalu mudah kehilangan bola. Mereka mencetak gol kedua di akhir babak pertama. Kami harus bermain dengan cara yang berbeda dari biasanya. Hasilnya memang tidak bagus, tetapi perjalanan masih panjang dan kami akan belajar darinya,” ujar Guardiola dikutip dari situs Man City.
Menilik dari hal tersebut, Guardiola yakin anak asuhannya baka bangkit dari kekalahan ini. Pria asal Spanyol ini menegaskan Man City punya banyak waktu untuk lebih baik lagi karena kompetisi masih panjang.
“Kami bermain bagus tapi kemudian kebobolan dan hal-hal simpel membuat kami kehilangan kualitas. Hasilnya tidak bagus, tapi perjalanan masih panjang dan masih banyak kesempatan. Kami akan belajar dari kesalahan ini,” ujarnya.
Ia juga memuji taktik yang diterapkan oleh manajer tim lawan. “Karena Thomas melakukan itu (perubahan strategi) dan berhasil. Kami harus mengubah cara bermain kami dan coba menarik keluar mereka. Kami bagus di sepertiga lapangan akhir. Kami mengontrol transisi. Hasilnya memang tidak bagus. Kami akan belajar dari situ,” tandas Guardiola.
Kekalahan City juga tidak terlepas dari blunder kiper James Trafford. Ia kembali jadi starter untuk City, setelah debut di pekan perdana sebelumnya. Ia sukses menggeser Ederson, yang kabarnya bakal dilepas Pep Guardiola.
Kiper berusia 22 tahun itu malah bikin blunder berujung kebobolan. Di kotak penalti, Trafford yang mencoba build up serangan, malah salah oper. Operannya bisa direbut pemain Tottenham Hotspur, berujung kemelut, lalu diselesaikan Palhinha menjadi gol.***
