Asuransi Jastan Raih Laba Rp5,20 Miliar

Direksi Asuransi Jastan (ki-ka) Arifia Indah Liany (Direktur Operasional), Sugeng Sudibjo (Direktur Utama), dan Hasbi Ashsiddiqi (Direktur Pemasaran).

JAKARTA (LB)—PT Asuransi Jasa Tania Tbk (Asuransi Jastan) sukses membukukan laba sebelum pajak sampai dengan bulan Agustus 2025 sebesar Rp5,20 miliar atau tumbuh sebesar 176,58 persen dibandingkan pencapaian pada periode tahun 2024 (yoy) yang mengalami penurunan sebesar -Rp6,79 miliar.

Menurut Direktur Utama Asuransi Jastan Sugeng Sudibjo, keberhasilan Perseroan dalam mencapai laba sampai dengan bulan Agustus sebesar Rp5,20 miliar atau tumbuh 176,58 persen tersebut merupakan goal dari strategi yang diterapkan yaitu pengembangan  di bidang pemasaran dengan meningkatkan penetrasi pasar.

“Kita bersyukur bisa meraih hasil positif hingga 31 Agustus 2025 yang tumbuh hingga 176%. Kami pun memasang target laba perusahaan bisa mencapai Rp13 miliar hingga akhir tahun ini,” kata Sugeng dalam Public Expose di Jakarta, Senin (29/9) sore.

Hadir dalam Public Expose tersebut Direktur Operasional Arifia Indah Liany dan Direktur Pemasaran Hasbi Ashsiddiqi.

          Kembali Sugeng memaparkan mengenai premi bruto yang tercatat sebesar Rp162,19 miliar atau tumbuh 5,47% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp153,78 miliar.

Hasil underwriting sampai dengan 31 Agustus 2025 adalah sebesar Rp40,76 miliar, sedangkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2024 adalah sebesar Rp28,46 miliar atau tumbuh sebesar 43,22%.

          Hasil positif juga terjadi di lini investasi. Hasil investasi perusahaan tercatat mencapai Rp7,58 miliar, sedangkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2024 adalah sebesar Rp6,53 miliar atau tumbuh sebesar 16,08%.

Direktur Utama Asuransi Jastan Sugeng Sudibjo (tengah) menyampaikan materi public expose.

          Kemudian dari sisi rasio keuangan, Asuransi Jastan mencatat Risk Base Capital (RBC) sampai dengan 31 Agustus 2025 tercapai sebesar 542,84% dan telah memenuhi batas mininum regulasi sebesar 120%.

Rasio likuiditas sampai dengan 31 Agustus 2025 tercapai sebesar 192,04% dan telah memenuhi batas mininum regulasi sebesar 150%. Sementara Rasio Kecukupan Investasi sampai dengan 31 Agustus 2025 tercapai sebesar 257,31% dan telah memenuhi batas mininum regulasi sebesar 100%.

          Sugeng juga menyampaikan bahwa beban usaha perusahaan tercatat sebesar Rp44,53 miliar yang mengalami kenaikan sebesar 5,65% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp42,15 miliar. “Akan tetapi dapat dilihat bahwa dengan beban usaha tersebut Perseroan mampu mencapai laba positif”. Hal ini menunjukan keberhasilan Perseroan dalam mengefisiensikan beban usaha dan tetap fokus pada pencapaian target laba Perseroan,” jelasnya.

          Selain itu, Perseroan juga melakukan inovasi dengan pengembangan aplikasi untuk mendukung peningkatan kualitas layanan, kecepatan proses bisnis sehingga bisa meningkatkan efisiensi beban usaha. kris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *