Tokocrypto Catat Nilai Transaksi Rp160 Triliun

JAKARTA – Tokocrypto membukukan total nilai transaksi melampaui Rp160 triliun dengan pangsa pasar lebih dari 40 persen sepanjang 2025.

Hingga akhir 2025, salah satu platform jual-beli (exchange) aset kripto di Indonesia ini telah melayani lebih dari 4,8 juta pengguna, dengan pertumbuhan pengguna aktif tahunan (year-on-year/YoY) mencapai 75 persen.

“Dari sisi produk, Tokocrypto menyediakan lebih dari 480 pasangan perdagangan berbasis rupiah (IDR pairs), menempatkannya sebagai salah satu exchange kripto di Indonesia dengan pilihan IDR pair terbanyak,” kata CEO Tokocrypto Calvin Kizana dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2).

Selain itu, Tokocrypto telah menjalin lebih dari 100 kemitraan strategis dengan berbagai jenama. Perusahaan juga aktif mendorong edukasi kripto nasional melalui lebih dari 168 inisiatif literasi yang menjangkau lebih dari 125 ribu peserta di lebih dari 50 kota.

Tokocrypto bahkan menjadi exchange kripto pertama yang menggelar kegiatan literasi secara luring di Papua.

Calvin mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan strategi perusahaan yang berfokus pada kepercayaan, inovasi, dan tata kelola yang kuat, sejalan dengan visi jangka panjang Tokocrypto untuk memposisikan diri sebagai pemimpin pasar.

“Pertumbuhan perusahaan tidak hanya berfokus pada akuisisi pengguna, tetapi juga pada keberlanjutan bisnis. Kami terus membangun perusahaan yang sehat secara finansial, inovatif dalam produk, serta patuh terhadap regulasi. Saat ini, Tokocrypto menjadi salah satu dari sedikit startup dan exchange kripto resmi di Indonesia yang memiliki pondasi keuangan yang solid dan berkelanjutan,” ujar Calvin.

Dari sisi pengembangan produk, Tokocrypto terus menghadirkan inovasi mulai dari layanan staking dengan lebih dari 80 aset kripto, fitur AI Analysis untuk analisis sentimen pasar, Rewards Hub, hingga pengembangan fitur lanjutan seperti QRIS Deposit serta layanan Futures atau Derivatif yang direncanakan meluncur tahun 2026.

Seluruh inovasi tersebut dikembangkan dengan mengedepankan standar keamanan dan kepatuhan regulasi yang ketat.

Adapun momentum pertumbuhan perusahaan juga tercermin dari keberhasilan penyelenggaraan Indonesia Crypto Outlook (ICO) 2026, forum tahunan yang mempertemukan pelaku industri, regulator, dan komunitas kripto.

Salah satu sorotan utama dalam ICO 2026 adalah pemaparan Dataxet Sonar bertajuk “2025 Social Media Crypto Insight”. Paparan tersebut menunjukkan percakapan media sosial terkait kripto, Web3, dan blockchain di Indonesia sepanjang 2025 meningkat signifikan dengan volume percakapan naik hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Indonesia Crypto Network (ICN) dan Coinvestasi mempresentasikan laporan “2025 Indonesia Crypto & Web3 Industry Report” yang mengungkap profil investor kripto nasional.

Salah satu temuan utama laporan tersebut adalah dominasi Generasi Z sebagai tulang punggung investor kripto Indonesia, khususnya pada rentang usia 18-34 tahun. Bagi kelompok tersebut, kripto telah menjadi bagian dari percakapan finansial sehari-hari melalui konten digital, komunitas, dan jejaring sosial.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *