TITD Kelenteng Kwan Sing Bio Semarang Gelar Perayaan Ulambana dan Bakti Sosial

Sejumlah pengurus Yayasan Tri Setia Bakti Semarang  berfoto bersama sebelum acara ritual Ulambana.

SEMARANG (LB)–Memasuki  bulan  Tjiet Gwee (bulan ke 7 Imlek)  di TITD Kelenteng Kwan Sing Bio, Jalan Tanggul Mas Raya No.9  Tanah Mas  Kota Semarang, Jawa Tengah digelar tradisi Sembahyang Arwah ( Ulambana) dan bakti sosial  pada Minggu  (31/8) siang hingga malam.

Sejak pukul 14.00 WIB, tampak puluhan umat berdatangan dan berjajar mengikuti ritual di depan meja altar besar yang penuh dengan berbagai persembahan (buah – buahan dan makanan ) yang terletak  di halaman sebelah kiri kelenteng dengan doa (Liam Keng) untuk para arwah leluhur  yang telah meninggal dunia, dipimpin oleh UP. Vaisaka Murti dari Vihara Sasana Santi Semarang.

Hadir dalam Perayaan Ulambana tersebut Ketua Dewan Pembina Yayasan Tri Setia Bakti Semarang Suhu Prajito Tjhia, anggota Dewan Pembina Yayasan Anton Budiman, Liem Ming Kwang (Agus Pramono)  serta sejumlah pengurus harian lainnya.                 

     

Replika kapal yang akan dibakar di TITD Kelenteng Kwan Sing Bio Semarang.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina Yayasan Tri Setia Bakti Suhu Prajito Tjhia menambahkan bahwa setiap memasuki bulan ke tujuh imlek  tepatnya  Tjiet Gwee  09  di TITD Kelenteng Kwan Sing Bio Semarang ini selalu menggelar tradisi Sembahyang Ulambana  (sembahyang arwah)  yaitu memberikan  kesempatan kepada para umat untuk berbakti dengan mendoakan arwah leluhur atau sanak famili yang sudah atau baru saja meninggal dunia maupun arwah semua orang yang telah meninggal dunia dan tidak di sembahyangi oleh keluarganya. Umat di perbolehkan mendaftarkan nama – nama  arwah leluhur tanpa dipungut biaya.

“Bukan hanya arwah leluhur saja yang didoakan tetapi  kami bersama umat   juga membagikan beras secara simbolis  sebagai wujud kepedulian sosial kami kepada sesama manusia yang masih hidup dan  membutuhkannya,” ujar Suhu Prajito Tjhia.

Replika kapal yang telah terbakar sebagai simbol penyeberangan para arwah – arwah menuju ke alam kebahagiaan.

Sebagai puncak perayaan Ulambana  ini adalah prosesi pembakaran replika kapal yang terbuat dari kayu dan kertas  pada  pukul 18.00 WIB.

“Pembakaran replika kapal ini disebut dengan   Jiau thu  yaitu sebagai simbol penyeberangan arwah – arwah  leluhur,sanak family dan lain lain yg telah meninggal dengan mengirimkan  berbagai bekal  seperti uang uangan ,koper dan lain lainnya ke alam baka,” jelas Suhu Prajito Tjhia.

Acara berjalan dengan tertib, lancar dan  ditutup dengan acara pembagian beras secara simbolis kepada para umat serta  berakhir hingga pukul 19.30 WIB. tri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *