VRI Bersama PERWANTI, ACYA dan Simply Wellness Indonesia  Berhasil Bangun Dua Jembatan Gantung di Jateng dan Jatim

JEMBATAN SEMAWUNG: Bupati Yuli Hastuti,  Letjen TNI (purn) AM Putranto, Ny AM Putranto.  Tedi Ixdiana, Abraham Rudy, Helga Abraham dan unsur terkait foto bersama  di Jembatan Semawung di Purworejo.

JAKARTA – Vertical Rescue Indonesia (VRI) bersama PERWANTI, Asian Chinese Youth Association (ACYA) dan Simply Wellness Indonesia telah berhasil membangun dua jembatan gantung di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Kedua jembatan sudah diresmikan penggunaannya.

Jembatan pertama adalah jembatan gantung Sungai Semawung di Purworejo, Jawa Tengah. Jembatan ini menghubungkan Desa Semawung dengan Dusun Sucen. Peresmiannya dilakukan pada  Minggu (14/6).

Bupati Yuli Hastuti, Letjen TNI (purn) AM Putranto, Tedi Ixdiana, Abraham Rudy, Helga Abraham dan sejumlah pihak terkait saat peresmian  Jembatan Semawung di Purworejo, Jawa Tengah, Minggu (14/6).
Abraham Rudy dan  Helga Abraham.
Abraham Rudy menyapa kaum ibu di Purworejo.

Peresmian dilakukan oleh Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, Ketua Pembina VRI Letjen TNI (Purn) AM Putranto dan Ketua Umum VRI Tedi Ixdiana, CEO Simply Wellness Indonesia Abraham Rudy yang juga Dewan Penyantun Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI),  Ketua PERWANTI PSMTI Helga Abraham yang juga Presiden Asian Chinese Youth Association (ACYA).

Pendanaan pembangunan kedua jembatan di atas  mendapat dukungan penuh dari Abraham Rudy  dan Helga Abraham.

Bupati Yuli Hastuti menyampaikan bahwa jembatan gantung tersebut bukan sekadar sarana penghubung antardusun, melainkan juga menjadi penghubung berbagai aktivitas penting masyarakat yang berperan dalam mendorong kemajuan desa.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembangunan jembatan maupun penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat Desa Semawung.

JEMBATAN CURAH BANTENG BATU: Wali Kota Nurochman, Letjen TNI (purn) AM Putranto, Abraham Rudy, Helga Abraham melakukan pengguntingan pita peresmian Jembatan Curah Banteng Batu, Jatim, Selasa (16/6).
Rangkaian prosesi peresmian Jembatan Curah Banteng Batu, Jatim.
Letjen TNI (purn) AM Putranto, Ny AM Putranto,  Tedi Ixdiana, Abraham Rudy, Helga Abraham bersama unsur TNI dan staf Vertical Rescue Indonesia.

Jembatan  yang kedua adalah jembatan Curah Banteng di Kelurahan Temas Kota Batu, Malang Jawa Timur. Peresmian dilangsungkan Selasa (16/6).

Peresmian dilakukan oleh Wali Kota Batu, H. Nurochman  bersama Letjen TNI (purn) AM Putranto, Tedi Ixdiana, Ny AM Putranto, Abraham Rudy, Helga Abraham. Ricky Suharlim, Lusiana Ng.

Wali Kota Nurochman menyampaikan bahwa Jembatan Curah Banteng ini bukan sekadar bangunan fisik berupa beton dan baja. Jembatan ini merupakan simbol nyata dari semangat gotong royong, kepedulian, dan kolaborasi yang mempertemukan banyak pihak demi menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat.

Ia  menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Letjen TNI (purn) AM Putranto atas inisiasi program membangun 1.000 jembatan yang kini manfaatnya telah sampai dan dirasakan langsung oleh warga Kota Batu.

Pemotongan tumpeng  wujud Syukur.
Letjen TNI (purn) AM Putranto membagikan Waqaf AlQur’an.
Abraham Rudy membagikan Waqaf AlQur’an kepada Musholla Babbussalaam dan Musholla Naiful Fallah, Kecamatan Temas, Batu.

Ucapan terima kasih juga ia sampaikan kepada PT Pegadaian, ACYA, Simply Wellness Indonesia, PERWANTI, unsur TNI, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan jembatan ini.

Sementara itu, AM Putranto menjelaskan bahwa pembangunan dua jembatan tersebut berawal dari hasil pemantauan bersama berbagai pihak terhadap sejumlah wilayah yang masih membutuhkan akses penghubung yang memadai.

Menurutnya, keberadaan kedua jembatan akan memberikan manfaat langsung bagi sekitar ribuan warga yang selama ini membutuhkan akses yang lebih aman dan mudah.

Tedi Ixdiana menyampaikan bahwa pembangunan dua jembatan  ini merupakan bagian dari program pembangunan 1.000 jembatan di berbagai daerah di Indonesia yang bertujuan membuka akses wilayah-wilayah yang masih terisolasi.

Foto bersama usai pembagian paket perlengkapan sekolah dan bingkisan kepada anak sekolah

Sementara Helga Abraham mengatakan pembangunan kedua  jembatan bukan sekadar bangunan fisik,  tetapi simbol persatuan, kemajuan dan harapan bagi seluruh masyarakat.

Selama bertahun-tahun, sungai yang membentang lebar di dua daerah ini menjadi tantangan bagi mobilitas warga. Aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan dan hubungan sosial sering kali memerlukan waktu, tenaga dan biaya yang lebih besar.

“Namun kini, kita bersyukur karena melalui kerja sama, komitmen dan dukungan berbagai pihak, hambatan tersebut dapat diatasi,” kata Helga.

Pada kesempatan itu dilaksanakan juga bakti sosial dan salah satunya adalah Waqaf AlQur’an, kepada Musholla Babbussalaam dan Musholla Naiful Fallah, Kecamatan Temas, Batu.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *