Alisson Becker, Kiper Timnas Brasil.
NEW YORK – Brasil mengawali kiprahnya di ajang Piala Dunia 2026 dengan melawan Maroko. Laga Grup C itu digelar di Stadion MetLife, New York, Amerika Serikat, Minggu (14/6) pukul 05.00 WIB.
Brasil membawa ambisi besar sekaligus tekanan tinggi usai sempat tertatih di fase kualifikasi zona CONMEBOL. Namun, tim Samba perlahan menemukan kembali kreativitas lini serang mereka di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Sebagai pemilik lima gelar juara dunia, Brasil patut mewaspadai Maroko yang datang sebagai kekuatan baru sepak bola dunia. Pada 3,5 tahun silam, Singa Atlas tampil impresif sampai semifinal Piala Dunia 2022 sebelum dihentikan Prancis sang runner-up.
Maroko menjelma jadi salah satu tim paling konsisten di Afrika. Skuad racikan Mohamed Ouahbi ini melaju sempurna di babak kualifikasi lewat evolusi permainan memikat. Alih-alih sekadar bertahan total, Maroko tampil lebih variatif dan agresif dalam menyerang.
Brasil diprediksi tampil lebih dominan saat jumpa Maroko. Selecao bakal mengandalkan penguasaan bola dengan pendekatan serangan kilat dan vertikal khas Ancelotti. Kombinasi pemain seperti Vinícius Junior dan Raphinha jadi senjata utama untuk membongkar pertahanan lawan melalui kecepatan dan kreativitas di sisi sayap.
Jelang laga nanti kiper Brasil, Alisson Becker, memuji peran penting Carlo Ancelotti sejak kedatangannya sebagai pelatih kepala, yang telah sepenuhnya ‘mengubah’ suasana di ruang ganti. Alisson mengakui bahwa tim telah melewati masa-masa sulit sebelum mantan pelatih Real Madrid itu mengambil alih kendali.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa periode terakhir sangat sulit bagi kami para pemain. Kami merasakan langsung kesulitan yang kami hadapi, karena beberapa faktor. Sejak kedatangan Ancelotti, suasananya telah berubah. Kini kami akan melawan Maroko, tim yang sangat kuat. Kami siap menghadapi mereka,” kata Alisson.
Namun di sisi lain pertahanan Maroko diprediksi tidak mudah ditembus begitu saja. Tim ini dikenal disiplin dalam bertahan dan efektif dalam transisi cepat, terutama melalui pergerakan Achraf Hakimi di sisi kanan.
Maroko juga memiliki organisasi permainan solid dengan kemampuan menutup ruang secara rapat di area tengah. Apabila menilik kualitas individu kedua tim, laga ini berpotensi berlangsung ketat. Brasil mungkin lebih unggul dalam kreativitas, tetapi struktur permainan Maroko punya potensi meredam tekanan lawan.
Brasil dan Maroko baru tercatat sekali bertemu, tepatnya pada 26 Maret 2023, saat Singa Atlas menang tipis 2-1 atas Selecao di Stadion Grand Tangier, Maroko.
Secara historis, hasil tersebut menunjukkan bahwa Hakimi dan kolega mampu memberi perlawanan serius kendati menghadapi salah satu tim terkuat dunia.
Brasil diperkirakan menurunkan Becker (kiper) ; Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Alex Sandro; Casemiro, Bruno Guimaraes; Raphinha, Cunha, Vinícius Júnior dan Thiago dengan formasi 4-2-3-1.
Sementara Maroko diperkirakan memainkan Yassine Bounou (kiper); Noussair Mazraoui, Chadi Riad, Issa Diop, Achraf Hakimi; Neil El Aynaoui, Samir El Mourabet; Ismael Saibari, Azzedine Ounahi, Brahim Diaz; Ayoub El Kaabi dengan formasi 4-2-3-1.***
