Timbulkan Polusi, BRT di Semarang Didesak Diganti Bus Listrik

Dishub Kota Semarang melakukan inspeksi Bus Trans Semarang yang emisinya melebihi ambang batas di Jalan Kota Semarang, Jawa Tengah.

SEMARANG (LB)- Kualitas udara di Kota Semarang, Jawa Tengah, terancam akibat pengoperasian Bus Rapid Transit (BRT) yang kerap mengeluarkan asap hitam tebal. Kondisi ini membuat bus tersebut dijuluki “cumi-cumi darat” oleh warga.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, mendesak pemerintah untuk segera mempercepat pengadaan bus listrik. “Jangan lagi menggunakan bus yang sudah tidak layak,” tegas Dini pada Senin (20/10).

Ia mendorong agar sejumlah koridor yang memiliki topografi yang memungkinkan dipersiapkan untuk beralih ke bus listrik. “Jika anggaran belum memungkinkan untuk seluruh koridor, setidaknya dilakukan penggantian dan peremajaan. Masyarakat Kota Semarang berhak mendapatkan fasilitas yang sama dan aman,” tambahnya.

Dini menekankan bahwa modernisasi transportasi publik tidak hanya berkaitan dengan teknologi listrik, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga.

“Bus Trans Semarang harus menghadirkan layanan yang setara untuk semua warga,” lanjutnya.

Menurut Dini, bus yang sudah tidak layak seharusnya tidak diperbolehkan beroperasi, karena dapat mengganggu dan mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

“Jangan sampai ada bus yang sudah tidak layak tetap beroperasi hanya karena belum ada pengganti. Sudah berapa kali di tahun ini Bus Trans Semarang bermasalah saat beroperasi?” ungkap Dini dengan nada serius.

Selain isu transportasi, Dini juga menyoroti masalah parkir di Kota Semarang yang dinilai belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ia mengusulkan agar Kota Semarang belajar dari sistem parkir di Yogyakarta yang dianggap lebih akuntabel dan tertata. “Akuntabilitas parkir di Jogja bisa jadi contoh. Analisis potensi parkir per titik dan per petugas harus dilakukan dengan template yang jelas seperti di Jogja. Akan ada pihak yang merasa dirugikan, tapi pembenahan ini penting untuk meningkatkan PAD Kota Semarang,” jelas Dini. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *