Kondisi tanggul turap beton Kali Angke di kawasan Jalan Carirna Sayang, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat yang ambruk, Kamis (26/3).
JAKARTA (LB)- Tanggul Kali Angke yang berbatasan langsung dengan permukiman warga di Jalan Carirna Sayang, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, ambruk pada Kamis (26/3).
Dinding turap beton (sheet pile) sepanjang sekitar 10 meter itu jatuh ke aliran sungai, disertai longsornya material tanah di bibir sungai yang menyisakan tebing curam serta bebatuan dan batang pohon penahan tanah yang terekspos.
Dari pantauan di lokasi menunjukkan batu pondasi dan tiang penyangga tanggul juga roboh dan masuk ke dalam air. Di aliran sungai yang keruh, terlihat sebuah sofa panjang berwarna cokelat terendam bersama sejumlah perabotan, puing, dan tumpukan sampah.
Sejumlah petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat tengah melakukan pembersihan dan perbaikan tanggul secara manual.
Mereka menyusun tumpukan batu kali ke dalam kawat bronjong untuk memperkuat struktur tebing yang longsor.
Dian, salah satu warga sekitar, mengungkapkan bahwa dinding tanggul tersebut sebenarnya sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan sejak lama. “Setahu saya memang dari awalnya itu tembok yang sebelah sini sama yang sebelah sana sudah retak,” kata Dian di lokasi, Kamis.
Keretakan pada tanggul semakin melebar seiring dengan seringnya kawasan tersebut tergenang banjir.
Dian mengatakan ia sempat memperhatikan retakan yang semakin renggang beberapa hari setelah memasuki bulan puasa. “Terus seiring sering banjir, akhirnya retaknya tambah besar. Pas dua hari sesudah puasa kayaknya deh, saya cek retaknya itu semakin renggang temboknya,” ucap Dian.
Akhirnya, sekitar sepekan sebelum Lebaran, tanggul tersebut ambruk dan turut menghanyutkan sebuah bangunan rumah yang sudah tidak ditinggali. “Jadi seminggu mau Lebaran, itu ambruk. Ambruk semua jadinya, temboknya ke air sana. Tadinya ada rumah tempat tinggal satu, ambruk juga,” kata Dian.
Meski retakan tidak terjadi di sepanjang tanggul, kejadian ambruknya ini membuat warga setempat waswas. Mereka khawatir luapan air sungai dapat merendam permukiman jika tanggul tak segera diperbaiki.
“Takut banget, Pak, takutnya menjalar ke mana-mana (retaknya). Soalnya awalnya kan sedikit doang, sekarang sudah ke sini terus ambruk. Nanti kalau banjir kan takutnya masuk ke rumah-rumah, ke mana-mana,” ujarnya.
Sementara Kepala Sudin SDA Jakarta Barat, Purwanti Suryandari, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini berfokus melakukan penanganan darurat untuk melindungi permukiman warga dari banjir. “Penanganannya saat ini penanganan darurat dengan bronjong batu kali, hanya sementara. Ke depannya akan ditanggul permanen,” ujar Purwanti.
Ia menambahkan bahwa penanganan darurat akan terus dikebut agar luapan dari hulu Kali Angke tidak meluap ke permukiman warga. “Kita dari Sudin SDA Jakarta Barat mengupayakan penanganan darurat agar apabila kita dapat kiriman dari hulu Kali Angke tidak meluap ke permukiman warga,” ucapnya. *
