Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat meninjau lokasi banjir yang terjadi di beberapa titik pasca hujan yang mengguyur hingga Jumat (23/1).
TANGERANG (LB)- Banjir merendam ratusan rumah warga di sejumlah wilayah di Kota Tangerang dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter, Jumat (23/1).
Banjir terjadi akibat hujan deras yang mengguyur kawasan Tangerang sehingga menyebabkan Kali Angke meluap.
Ada sejumlah titik yang terdampak, di antaranya Candulan Petir, Pinang Griya Pinang, Ciledug Indah Karang Tengah, Puri Kartika Ciledug Alamanda, Garden City, dan Total Periuk. Wali Kota Tangerang, Sachrudin mengatakan, banjir terparah terjadi di Perumahan Pinang Griya.
Di lokasi tersebut, tanggul Kali Angke dilaporkan jebol sehingga air masuk dengan deras ke permukiman warga. Warga telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko keselamatan.
“Tanggul jebol hingga air merangsek masuk ke satu unit rumah warga dengan derasnya,” kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat.
Pemerintah Kota Tangerang telah menyiagakan petugas sejak Kamis untuk mengantisipasi dampak curah hujan tinggi. Pemkot Tangerang juga mendirikan posko pengungsian, posko kesehatan, serta dapur umum bagi warga terdampak banjir. Terdapat tiga posko pengungsian, tujuh posko kesehatan, dan dapur umum yang terpusat di Dinas Sosial. Selain itu, sebanyak 2.910 nasi bungkus juga telah disalurkan kepada para pengungsi.
Sachrudin juga meninjau langsung lokasi banjir di Komplek Pinang Griya. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera menangani aspek keselamatan dan kesehatan warga.
Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan layanan kesehatan di titik-titik pengungsian. Salah satu yang disiapkan, yakni obat-obatan, terutama bagi balita, lansia, dan kelompok rentan lainnya. “Kami memastikan penanganan banjir difokuskan pada keselamatan dan kesehatan warga terdampak. Posko kesehatan sudah disiapkan agar pelayanan medis bisa berjalan optimal,” kata Sachrudin. Selain layanan kesehatan, Pemkot Tangerang juga memastikan ketersediaan kebutuhan dasar bagi warga di pengungsian serta operasional dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makanan siap saji selama masa tanggap darurat. *
